Risiko di Balik Asyiknya Main Ponsel Sambil Rebahan Sebelum Tidur

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Bermain ponsel sambil berbaring atau rebahan merupakan kegiatan yang mungkin sering kita lakukan, terlebih pada waktu luang. Meski menyenangkan, jika dilakukan terus menerus maka kegiatan ini akan berdampak bagi kesehatan pengguna. 

Read More

Tidak hanya kesehatan secara fisik, melainkan juga mental. Apalagi, tidak sedikit pengguna yang kerap memainkan ponselnya sambil berbaring saat sebelum tidur. Nah, tanpa disadari, kebiasaan ini juga dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh. 

Dirangkum KompasTekno dari Sittingrex.com, berikut ini adalah sejumlah efek pada tubuh jika terlalu sering memainkan ponsel sambil berbaring alias rebahan.

Menyebabkan insomnia

Dalam menampilkan gambar, layar ponsel memancarkan sinar biru (blue light). Sinar ini memiliki fungsi untuk menampilkan warna warna yang berbeda.

Blue light memang tidak menimbulkan pengaruh buruk bagi mata, namun, cahaya ini bisa mempengaruhi kerja otak.

Menurut sebuah penelitian, blue light dapat menekan produksi hormon melatonin di otak. Sebagai informasi, melatonin merupakan hormon yang dapat mengatur siklus tidur seseorang.

Jika horon melatonin ditekan secara terus-menerus, maka seseorang akan kesulitan untuk tidur. Hal inilah yang menyebabkan insomnia di malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanpa tidur yang cukup, produktivitas di siang hari tentu akan terganggu. Insomnia juga dapat menyebabkan seseorang merasa lelah sepanjang hari.

Gangguan kecemasan

Membuka smartphone saat rebahan sebelum tidur juga bisa menyebabkan gangguan kecemasan. Apalagi, jika pengguna membuka media sosial dan mendapati ada unggahan yang membuat kesal atau sedih.

Meskipun mungkin tidak begitu merasakannya, namun, memiliki perasaan sedih atau kesal sesaat sebelum tidur sangatlah tidak dianjurkan. Hal inilah yang dapat membuat gangguan kecemasan dan emosional.

Secara tidak sadar, emosi negatif ini juga dapat berujung pada kesulitan untuk tidur.

Selain itu, ketika pengguna ponsel terus menerus menggunakan smartphone-nya sambil rebahan sebelum tidur, otak pengguna tersebut akan tetap dipaksa untuk terus aktif. Artinya, waktu istirahat otak semakin berkurang sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Sittingrex.com, Rabu (11/8/2021).

Padahal, posisi tubuh saat berbaring atau rebahan menandakan tubuh dan otak siap untuk beristirahat. Tanpa istirahat yang cukup, otak akan kehilangan efisiensinya dari waktu ke waktu.

Kebutaan sementara

Dalam jurnal berjudul Transient Smartphone Blindness, dokter ahli saraf di National Hospital of Neurology, Gordon Plant, melakukan studi kepada dua wanita yang secara tiba-tiba mengalami transient monocular visual loss atau kebutaan sementara.

Kedua wanita tersebut mengaku hanya dapat menggunakan satu mata untuk melihat. Alhasil, satu mata lainnya tidak dapat melihat objek dengan baik alias buta.

Kebutaan tersebut rupanya disebabkan oleh kebiasaan menggunakan smartphone sambil berbaring di ruangan yang gelap.

Plant menjelaskan, orang seringkali menggunakan ponsel sambil berbaring di mana satu mata tertutup, atau tidak fokus secara tak sengaja. 

Contohnya, menggunakan ponsel dalam posisi rebahan miring ke kiri, mata bagian kanan membutuhkan waktu beberapa menit sebelum bisa melihat sebaik mata kiri.

Begitu pula sebaliknya, saat bermain ponsel dalam posisi berbaring miring ke kanan. Sebab dalam posisi rebahan menyamping, satu mata tidak terkena cahaya ponsel sebanyak mata lainnya.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan.

Gejala kebutaan sementara, biasanya banyak terjadi pada pasien yang mengidap penyakit stroke. Itulah letak masalahnya karena hal ini dapat menyebabkan diagnosis yang salah dari dokter.

“Beberapa tahun yang lalu pasien-pasien ini mungkin akan dirujuk terlebih dahulu ke klinik spesialis,” ujar Plant.

#Risiko #Balik #Asyiknya #Main #Ponsel #Sambil #Rebahan #Sebelum #Tidur #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts