Cara Antelop Kawin, dari Bertarung dengan Pejantan Lain hingga Menipu Betina

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Antelop adalah mamalia yang termasuk dalam keluarga bovid. Setidaknya ada 91 spesies antelop yang tersebar di Afrika dan Eurasia.

Read More

Pada beberapa spesies, baik jantan maupun betina memiliki tanduk, yang mana digunakan pejantan untuk saling bertarung memperebutkan betina selama musim kawin.

Uniknya, setiap spesies memiliki tiga strategi kawin yang berbeda. Kamasutra satwa kali ini, membahas bagaimana cara kawin antelop di alam liar.

Studi terbaru menunjukkan ada beberapa taktik, dan perilaku berkelahi yang sangat tidak biasa terkait dengan perkawinan di antara hewan-hewan ini. Beberapa spesies seperti dik-dik, umumnya monogami.

Hal ini tampaknya cenderung diakibatkan faktor lingkungan serta predator. Sumber daya di habitat hutan tertentu jarang, maka kesempatan untuk memiliki keturunan pun lebih kecil.

Selain itu, pemangsa menjadi alasan lain yang menyebabkan dik-dik kerap kali dalam kondisi terancam.

Antelop dapat berpasangan atau jika sumber daya memungkinkan, satu jantan dapat memiliki pasangan yang terdiri dari dua hingga empat betina.

Perebutan betina

Dilansir dari Pets on Mom, Kamis (4/8/2022) antelop jantan akan memasuki suatu wilayah, dan memperebutkannya. 

Para antelop jantan memang dikenal sebagai hewan yang rela bertarung demi mendapatkan pasangan. Sementara, betina akan mengamati untuk memilih pejantan yang paling kompetitif.

Jantan yang terpilih memiliki kebebasan berkembang biak dengan semua betina, yang melihat pertarungan tersebut.

Topi (Damaliscus lunatus jimela) yang merupakan subspesies antelope dan kijang lechwes, disebut sering menggunakan strategi ini, di mana pejantan mempertahankan wilayah, seperti daerah dengan sumber daya yang optimal dan sedikit predator.

Apabila dalam mempertahankan wilayah antelop perlu berusaha keras, namun hasilnya minim, maka antara jantan dan betina akan meninggalkan strategi itu.

Jantan pada akhirnya berhenti berjuang untuk mendapatkan wilayah dan kawin dengan betina yang tersedia. Strategi tersebut memiliki konsekuensinya sendiri, karena dapat mengganggu episode kawin.

 

Perilaku poligami

Beberapa antelop jantan yang lebih besar akan merumput, dan melintasi jarak yang lebih jauh, bersaing dengan jantan lain untuk mendapatkan kawanan betina.

Setelah memenangkan betina yang dominan, kawanannya akan menjadi stasioner dan dia berpotensi mengawini semua betina dalam kelompok.

Saat musim melahirkan tiba, kawanan ini cenderung terpecah lalu membentuk kelompok yang lebih kecil dan terpisah. Kemungkinan bertujuan untuk melindungi diri dari pemangsaa.

Selama musim kawin, seperti dilansir dari National Geographic, Minggu (23/5/2010) antelop topi jantan mengelabui betina dengan alarm palsu. Studi mengungkapkan, mereka khawatir tidak akan dapat kawin.

Akibatnya, antelop jantan mengeluarkan suara yang menunjukkan sinyal pemangsa ketika tidak ada bahaya seperti itu saat betina melengos pergi.

Jantan mulai mendengus dan menatap, pada pemangsa yang sebenarnya tak ada. Inilah yang menyebabkan betina berhenti, dan memberi jantan kesempatan lain untuk memenangkan hatinya.

“Betina akan berjalan pergi, dan jantan berlari di depan, tidak melihat betina tetapi ke mana dia pergi, membuat ini mendengus, dan dia biasanya berhenti,” ujar pemimpin studi dari University of Liverpool Jakob Bro-Jørgensen.

Peneliti yang mengamati perilaku antelop topi di Cagar Alam Masai Mara Kenya, mencatat bahwa pejantan mengeluarkan peringatan palsu hanya ketika betina sedang berahi.

Antelop betina yang berahi dapat berhubungan seks dengan rata-rata empat pasangan berbeda, masing-masing 11 kali dalam setahun

Bro-Jørgensen menduga, antelop topi jantan mungkin telah mengembangkan perilaku ini guna meningkatkan peluang mereka selama musim kawin yang singkat, namun intens. Adapun studi tersebut telah dipublikasikan di The American Naturalist pada 2010.

Hewan menggunakan segala macam tipu daya di alam liar misalnya, beberapa burung memalsukan cedera untuk memancing penyerang menjauh dari anak-anak mereka.

Meski begitu, tipuan itu biasanya ditujukan kepada saingan atau ancaman, bukan calon pasangan.

 

Ahli ekologi perilaku sekaligus pemandu wisata Masai Mara, Mike Rainy telah mempelajari isu ini selama beberapa dekade.

Dia mengungkapkan, sudah mengamati perilaku alarm palsu serupa di antara spesies antelop lainnya, termasuk impala dan kijang Thomson, meskipun tidak jelas mengapa spesies ini bertindak seperti itu.

“Antelop secara umum diketahui mengandalkan beberapa bentuk penipuan,” katanya.

Rainy menambahkan, dalam beberapa kasus antelop tidak akan memberikan sinyal peringatan, jika mereka melihat predator mengintai saingannya.

Antelop topi jantan juga akan mengejar anaknya untuk menunjukkan kemarahan palsu, agar membuat induk dan betina lain tetap berada di tempat yang dekat.

“Anda akan menemukan pejantan benar-benar mengejar anaknya sampai-sampai mengeluarkan bunyi alarm yang mengembik. Dia (antelop) berpura-pura agresif,” jelas Rainy.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Cara #Antelop #Kawin #dari #Bertarung #dengan #Pejantan #Lain #hingga #Menipu #Betina #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts