BMKG: Waspada Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami di Sepanjang Selatan Jawa

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman potensi gempa bumi dan tsunami di sepanjang Selatan Jawa.

Read More

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, dengan adanya ancaman potensi gempa bumi dan tsunami ini, BMKG meminta kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi skenario terburuk.

Dwikorita menyebut, prakiraan skenario terburuk itu bukanlah ramalan, namun merupakan hasil kajian ahli dan pakar kegempaan. 

Namun perihal kapan waktu terjadinya, kata dia, hal tersebut belum dapat diketahui, mengingat hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa. 

Perhitungan skenario terburuk tersebut, lanjut Dwikorita menjadi pijakan untuk mempersiapkan langkah-langkah mitigasi. 

Dengan begitu, kata dia, andai kata terjadi gempa bumi dan tsunami sewaktu-waktu, diharapkan pemerintah dan masyarakat sudah siap dan tahu apa saja yang harus dilakukan, termasuk kapan dan ke mana harus berlari menyelamatkan diri secara mandiri atau kelompok.

Adapun salah satu wilayah yang benar-benar perlu waspada terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami ini adalah Cilacap.

Hal ini dikarenakan, Cilacap yang berada di garis Pantai Selatan Jawa menghadap langsung zona tumbukan lempeng antara lempeng Samudera Hindia dengan lempeng Eurasia.

“Masyarakat harus paham apa yang mesti dilakukan dan disiapkan, termasuk sarana prasarananya, keterampilan untuk menyelamatkan diri, jalur evakuasi, tempat aman yang semua harus sudah dipersiapkan secara matang,” kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/7/2022).

“Apalagi, khusus Kabupaten Cilacap, wilayah pantai merupakan kawasan padat penduduk, termasuk kantor pemerintahan, pusat perekonomian, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Dwikorita menyampaikan bahwa BMKG bekerja sama dengan pemerintah daerah, BNPB/BPBD dan multi pihak terkait, rutin menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di titik-titik rawan gempa bumi dan tsunami.

Hal itu dilakukan, karena sangat bermanfaat untuk memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah dalam mengelola risiko dan bencana.

Lewat SLG, BMKG memberikan informasi mengenai potensi bahaya gempa bumi dan tsunami di daerah pelaksanaan. 

Sejak tahun 2021, pelaksanaan workshop SLG fokus pada edukasi gempa bumi dan tsunami, sekaligus menjadi wadah BMKG bersama masyarakat/komunitas untuk membentuk Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) untuk lebih menguatkan Ketangguhan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

Pada pelaksanaan workshop SLG, BMKG juga membantu pemerintah daerah dengan memberikan Peta Bahaya Tsunami di lokasi pelaksanaan. 

Hal tersebut bertujuan sebagai acuan pemerintah daerah dalam menyusun mitigasi gempabumi dan tsunami di daerahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#BMKG #Waspada #Ancaman #Gempa #Bumi #dan #Tsunami #Sepanjang #Selatan #Jawa #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts