Penyakit Parkinson: Pengertian, Penyebab, dan Gejala

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang memengaruhi sebagian besar neuron penghasil dopamin (dopaminergik) di area spesifik otak yang disebut substantia nigra.

Read More

Gejala umum Parkinson berkembang perlahan selama bertahun-tahun. 

Perkembangan gejala seringkali sedikit berbeda antara satu orang dengan orang lain.

Namun, secara umum, sebagaimana dilansir dari Parkinson’s Foundation, orang dengan Parkinson mengalami gejala tremor, kekakuan anggota badan, dan masalah keseimbangan.

Pilihan pengobatan untuk Parkinson cukup bervariasi, termasuk obat-obatan hingga pembedahan.

Gejala Parkinson bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Tanda-tanda awalnya mungkin ringan sehingga tidak disadari.

Gejala Parkinson sering dimulai di satu sisi tubuh dan biasanya akan memburuk di sisi itu, bahkan setelah gejala mulai memengaruhi anggota badan di kedua sisi.

Dikutip dari Mayo Clinic, tanda dan gejala Parkinson di antaranya adalah:

  • Tremor: Biasanya dimulai pada anggota tubuh, seringkali tangan atau jari
  • Gerakan melambat (bradikinesia): Parkinson dapat memperlambat gerakan, membuat tugas-tugas sederhana menjadi sulit dan lebih memakan waktu.
  • Otot kaku: Kekakuan otot dapat terjadi di bagian tubuh mana pun dan bisa menyakitkan serta membatasi rentang gerak.
  • Postur dan keseimbangan terganggu: Postur tubuh mungkin menjadi bungkuk atau mungkin mengalami masalah keseimbangan akibat penyakit Parkinson.
  • Hilangnya gerakan otomatis: Mungkin mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan gerakan tidak sadar, termasuk mengedipkan mata, tersenyum, atau mengayunkan tangan saat berjalan.

Penyebab Parkinson

Menurut United Kingdom National Health Service (NHS), lenyakit Parkinson disebabkan oleh hilangnya sel-sel saraf di bagian otak yang disebut substansia nigra.

Sel saraf di bagian otak ini bertanggung jawab untuk memproduksi zat kimia yang disebut dopamin.

Dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara bagian otak dan sistem saraf yang membantu mengontrol dan mengkoordinasikan gerakan tubuh.

Jika sel-sel saraf ini mati atau rusak, jumlah dopamin di otak akan berkurang.

Artinya, bagian otak yang mengendalikan gerakan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan gerakan menjadi lambat dan tidak normal.

Apa penyebab hilangnya sel saraf?

Penyebab hilangnya sel-sel saraf yang terkait dengan penyakit Parkinson belum diketahui, meskipun penelitian sedang berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab potensialnya.

Saat ini, diyakini kombinasi perubahan genetik dan faktor lingkungan mungkin bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

Sejumlah faktor genetik telah terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson dapat diturunkan dalam keluarga sebagai akibat dari gen yang salah yang diturunkan kepada seorang anak oleh orangtua mereka.

Meski demikian, penyakit Parkinson jarang diturunkan dengan cara ini.

Beberapa peneliti juga berpendapat bahwa faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Parkinson.

Dikatakan bahwa pestisida dan herbisida, yang digunakan dalam pertanian atau polusi industri, dapat berkontribusi pada kondisi tersebut.

Tetapi, bukti yang menghubungkan faktor lingkungan dengan penyakit Parkinson pun belum cukup meyakinkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Penyakit #Parkinson #Pengertian #Penyebab #dan #Gejala #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts