Teleskop James Webb Ditabrak Batu Luar Angkasa, NASA Cari Cara Kurangi Dampaknya

  • Whatsapp

KOMPAS.com- Laporan Space Telescope Science Institute menyebut batu luar angkasa atau mikrometeorid yang menabrak Teleskop Luar Angkasa James Webb akhir Mei lalu dapat menyebabkan kerusakan permanen pada teleskop.

Read More

Laporan bahwa batu luar angkasa menabrak teleskop James Webb tersebut telah dipublikasikan pekan lalu oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa serta Kanada.

Menurut analisis, untuk satu mikrometeorid dampaknya disebut melebihi ekspektasi kerusakan yang terjadi sebelum peluncuran teleskop.

Tim James Webb pun sekarang tengah mempelajari cara memprediksi dan mengurangi dampak tabrakan serupa di masa depan.

Dikutip dari Gizmodo, Selasa (19/7/2022) mikrometeorid adalah potongan-potongan batu luar angkasa yang melintasi ruang angkasa.

Saat mengorbit Bumi, batuan itu bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 35.405 Km per jam dan merupakan bahaya reguler bagi astronot, satelit, dan wahana antariksa. Mei lalu, batu luar angkasa tabrak teleskop James Webb.

Pada awal Juni, rilis NASA menyatakan bahwa antara 23 Mei dan 25 Mei mikrometeorid telah berdampak pada salah satu cermin heksagonal teleskop Webb.

Kendati demikian, laporan baru memperkirakan dampak sebenarnya terjadi antara 22 Mei dan 24 Mei.

“Kami selalu tahu bahwa Webb harus menghadapi lingkungan luar angkasa, yang meliputi sinar ultraviolet yang keras dan partikel bermuatan dari Matahari, sinar kosmik, dan serangan mikrometeorid di Tata Surya kita,” kata Paul Geithner, manajer proyek deputi teknis Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.

Cermin teleskop James Webb sendiri disejajarkan dengan cermat untuk menghasilkan gambar resolusi tinggi dari sumber cahaya yang sangat redup di alam semesta yang jauh.

Northrop Grumman via SPACE Teleskop Luar Angkasa James Webb

 

Namun laporan baru-baru ini menemukan bahwa ada kesalahan yang signifikan di segmen C3 teleskop.

Segmen C3 merupakan salah satu dari 18 cermin heksagonal yang membentuk cermin utama teleskop.

Oleh karenanya, kerusakan akibat mikrometeorid relatif kecil pada tingkat teleskop secara keseluruhan.

Lebih lanjut untuk mengatasi tabrakan serupa di masa depan, ada kemungkinan teleskop akan dialihkan untuk melindungi cerminnya.

Namun sayangnya peneliti belum bisa mengetahui berapa banyak partikel luar angkasa yang lebih berbahaya yang dapat menghantam observatorium itu di kemudian hari.

Pasalnya, tabrakan yang lebih besar dan berpotensi merusak laptop bisa saja terjadi.

Meski begitu terlepas dari kerusakannya, penilaian awal tim menunjukkan bahwa Webb harus memenuhi persyaratan kinerja optiknya selama bertahun-tahun.

Berkat peluncuran teleskop yang tepat, teleskop James Webb diharapkan dapat beroperasi selama 20 tahun dan akan menghabiskan seluruh masa kerjanya di L2, titik di ruang angkasa sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Teleskop #James #Webb #Ditabrak #Batu #Luar #Angkasa #NASA #Cari #Cara #Kurangi #Dampaknya #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts