Cacar Monyet Diidentifikasi di 29 Negara Dunia, Ini Kata WHO

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mencatat sudah ada 29 negara yang melaporkan cacar monyet.

Read More

Dilansir dari laman resmi PBB, Rabu (8/6/2022) ia menyebut wabah cacar monyet atau monkeypox yang muncul tiba-tiba di beberapa negara non-endemik menunjukkan, mungkin ada penularan virus yang tidak terdeteksi.

Namun, seberapa lama waktu penularan virus cacar monyet sudah berlangsung masih tak diketahui dengan pasti.

“Risiko cacar monyet di negara-negara non-endemik adalah nyata. WHO sangat khawatir terkait risiko virus ini bagi kelompok rentan termasuk anak-anak dan wanita hamil,” kata Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Di sisi lain, Pimpinan Teknis untuk Wabah Monkeypox WHO, Dr Rosamund Lewis menuturkan, sejumlah kasus cacar monyet di berbagai negara dilaporkan dialami laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki atau gay.

Kendati begitu, pihaknya menegaskan penyakit ini bisa menular ke siapa pun karena telah diidentifikasi pada seorang wanita heteroseksual.

“Ada beberapa laporan kasus (cacar monyet) di antara wanita. Saat ini masih ada kesempatan untuk mencegah penyebaran cacar monyet pada mereka yang berisiko tinggi,” terangnya.

Upaya mencegah penyebaran cacar monyet

Lantaran cacar monyet sudah teridentifikasi di banyak negara dunia, WHO mendesak negara yang terkena dampak untuk melakukan upaya mencegah penyebaran lebih luas.

Tedros menyebut, negara-negara ini perlu mengidentifikasi semua kasus dan melakukan pelacakan kontak, untuk mengendalikan wabah cacar monyet.

WHO pun telah mengeluarkan panduan terkait pengawasan, pelacakan kontak, pengujian, dan diagnosis laboratorium terhadap kasus probable cacar monyet.

“Dalam beberapa hari mendatang, kami juga akan menerbitkan panduan tentang perawatan klinis, pencegahan dan pengendalian infeksi, vaksinasi, dan panduan lebih lanjut tentang perlindungan masyarakat,” ungkap Tedros.

Pekan lalu, lanjut dia, WHO berkonsultasi dengan lebih dari 500 peneliti untuk meninjau informasi apa yang sudah diketahui maupun yang belum terkait dengan penyakit ini.

“Kami juga bekerja sama dengan UNAIDS, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki untuk mendengarkan pertanyaan mereka dan memberikan informasi tentang apa itu monkeypox dan bagaimana cara menghindarinya,” paparnya.

Shutterstock.com Ilustrasi Cacar Monyet

Adapun cara yang dinilai efektif untuk mencegah cacar monyet menyebar lebih luas adalah dengan mengisolasi diri di rumah, jika menunjukkan gejala. Lalu, melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Mereka yang tinggal dalam satu rumah dengan orang yang terinfeksi, harus menghindari kontak dekat.

Meski saat ini tersedia vaksin cacar yang dapat digunakan untuk cacar monyet, WHO belum mewajibkan penyuntikan secara massal.

Pasalnya, persediaan dari vaksin tersebut masih sangat terbatas. Oleh karena itu, WHO tengah mengembangkan mekanisme untuk distribusi pasokan vaksin berdasarkan kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Di beberapa tempat di mana vaksin tersedia, vaksin digunakan untuk melindungi mereka yang mungkin terpapar, seperti petugas kesehatan dan petugas laboratorium,” jelas Tedros.

Pemberian vaksinasi cacar monyet juga dinilai perlu diprioritaskan bagi mereka yang berisiko, termasuk kontak fisik dekat seperti pasangan, serta anggota keluarga di rumah yang sama.

“Jelas mengkhawatirkan bahwa cacar monyet menyebar di negara-negara yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ucap Tedros.

Virus cacar monyet diketahui telah menyebar dan membunuh di wilayah Afrika selama beberapa dekade.

Sejauh ini, beberapa wilayah Afrika yang merupakan negara endemik melaporkan lebih dari 1.400 kasus diduga monkeypox, sementara 66 orang di antaranya meninggal dunia.

Seiring dengan penemuannya di negara berpenghasilan tinggi, Tedros menekankan pentingnya kemudahan akses kesehatan untuk menghadapi ancaman cacar monyet di semua negara di dunia demi rasa keadilan.

“Komunitas yang hidup dengan ancaman virus ini setiap hari berhak mendapatkan perhatian yang sama, dan akses ke alat kesehatan untuk melindungi diri mereka sendiri,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Cacar #Monyet #Diidentifikasi #Negara #Dunia #Ini #Kata #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts