7 Manfaat Cabai, Turunkan Risiko Serangan Jantung hingga Antivirus Herpes

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Cabe atau cabai tidak hanya dimanfaatkan karena memiliki cita rasa pedas yang banyak disukai orang. Namun, tanaman ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh.

Read More

Cabai merupakan tanaman yang termasuk dalam genus Solanaceae, serta cabai adalah tanaman perdu yang buahnya dimanfaatkan untuk menambahkan cita rasa dalam masakan oleh orang Indonesia sehari-hari.

Namun, tidak hanya untuk bumbu masakan, cabai juga sering kali dimanfaatkan dalam campuran jamu, hingga komponen aktif dalam produk farmasi seperti balsem, inhaler, dan permen pengganti rokok.

Penambahan cabai dalam pengolahan berbagai produk ini bukan tanpa alasan. Kandungan komponen aktif dan senyawa bioaktif dalam cabai diketahui memiliki banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

Berikut beberapa kandungan dan manfaat cabai untuk kesehatan tubuh.

1. Cabe mencegah peradangan

Dwi Amiarsi dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, komponen aktif utama pada cabai adalah Capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan rasa pedas. Kandungan Capsaicin ditemukan lebih kuat pada cabe kering dibandingkan pada cabai segar.

Dalam buku Bahan Pangan Potensial untuk Antivirus dan Imun Booster 2020, Dwi menyebutkan bahwa senyawa Capsaicin dapat membantu sebagai antiinflamasi. Tak heran jika manfaat cabai sangat baik untuk mencegah peradangan.

Dengan manfaat sebagai antiinflamasi ini, Capsaicin dapat mencegah peradangan sehingga menguatkan jaringan tubuh dari serangan penyebab infeksi seperti bakteri dan virus.

2. Cabe bersifat antioksidan

Selain Capsaicin, cabai adalah sumber nutrisi yang sangat baik, karena mengandung banyak sekali vitamin, salah satunya adalah vitamin C.

Kandungan vitamin C dalam cabai berfungsi sebagai beta karoten dan senyawa antioksidan yang mendukung sistem imun tubuh. Kandungan vitamin C pada cabai ini diketahui lebih tinggi daripada jeruk. Setiap 100 gram cabai merah mengandung 107,8 mg vitamin C.

Sedangkan, kandungan vitamin C pada jeruk hanya 30-50 mg per 100 gram jeruk.

“Vitamin C bersama dengan mikronutrien lainnya membantu dalam mengembalikan potensi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas pada tingkat sel dan memodulasi sel imun,” jelas Dwi.

3. Merawat kesehatan mata dengan cabai

Cabai juga sangat kaya akan vitamin A. Seperti diketahui, vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata. Oleh karenanya manfaat cabai untuk mata dapat membantu merawat kesehatan indera penglihatan kita.

UNSPLASH/ALEXANDER SCHIMMECK ilustrasi cabai merah, salah satu hasil tani hortikultura.

Tidak hanya itu, vitamin A juga bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh, pembelahan sel, kesehatan sistem reproduksi dan menunjang sistem kekebalan tubuh.

4. Cabai dapat menurunkan risiko serangan jantung

Manfaat cabai juga sangat baik dalam menjaga keehatan jantung. Sebab, kandungan vitamin B6, dan asam folat yang ada di dalam cabai sangat baik untuk menurunkan risiko serangan jantung.

5. Cabai sumber energi karbohidrat

Cabai selalu diingat sebagai bahan rempah tambahan saja untuk menambah cita rasa pedas pada makanan, tetapi ternyata dalam buah cabai juga memiliki karbohidrat tinggi.

Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, juga berfungsi sebagai sumber energi tubuh kita. Namun, bukan berarti cabai bisa Anda jadikan sumber utama karbohidrat Anda ya.

6. Manfaat cabai dalam meningkatkan imunitas

Asupan vitamin C yang cukup bersama dengan vitamin lainnya dan zat gizi mikro seperti B6, folat, B12, E, selenium, seng, tembaga, dan besi akan meningkatkan respon imun.

Dengan meningkatnya respon imun, maka sistem kekebalan tubuh juga akan meningkat.

7. Antivirus Herpes

Dwi menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian in vitro, ekstrak metanol cabai merah memiliki aktivitas antivirus terhadap virus herpes simplex 1 dan 2.

Penelitian juga menyarankan bahwa ekstrak metanol tersebut dapat digunakan sebagai kombinasi dengan obat standar seperti asiklovir dalam pengobatan infeksi herpes.

Ia menambahkan bahwa sitotoksisitas ekstrak juga rendah sehingga aman digunakan.

Dosis dan efek samping cabai

Dwi mengingatkan, meskipun cabai mengandung zat gizi dan komponen bioaktif yang tinggi, komponen Cpasaicin cabai dibatasi penggunaannya sehingga bagi yang sensitif terhadap pedas, biji cabai bisa dihilangkan.

Konsumsi cabai yang lebih aman bisa dilakukan dengan mengolahnya menjadi manisan atau acar cabai.

Meskipun Anda sangat menyukasi masakan yang pedas, tetapi sebaiknya tidak mengonsumsi makanan atau masakan pedas dari cabai secara berlebihan.

Konsumsi cabai berlebihan dan olahan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti sakit perut dan diare.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Manfaat #Cabai #Turunkan #Risiko #Serangan #Jantung #hingga #Antivirus #Herpes #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts