Studi di Inggris Sebut Infeksi akibat Omicron 2 Hari Lebih Singkat Dibandingkan Delta

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Penyakit Covid-19 yang disebabkan varian Omicron, rata-rata menginfeksi dua hari lebih singkat dibandingkan varian Delta. Hasil tersebut didapatkan dari studi skala besar terhadap masyarakat di Inggris.

Read More

Dilansir dari Reuters, Kamis (7/4/2022) para peserta diketahui telah mencatat sejumlah gejala yang mereka alami di aplikasi ponsel, selama terinfeksi virus corona varian Omicron maupun Delta.

Sehingga, peneliti bisa menganalisis gejala apa saja yang terjadi dan seberapa lama durasinya berlangsung.

“Munculnya gejala (varian Omicron) yang lebih singkat menunjukkan bahwa periode penularan mungkin lebih pendek, yang pada gilirannya akan berdampak pada kebijakan kesehatan di tempat kerja dan panduan kesehatan masyarakat,” ujar peneliti.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal The Lancet tersebut menggunakan data dari orang-orang berusia 16 sampai 99 tahun.

Para peneliti dari King’s College London, Inggris, mengumpulkan data dari peserta yang melaporkan hasil tes dan gejalanya sendiri di aplikasi Zoe COVID.

Mereka telah terinfeksi Covid-19 dalam rentang 1 Juni hingga 27 November 2021 ketika varian Delta mendominasi, dan 20 Desember 2021 sampai 17 Januari 2022 saat varian Omicron mendominasi.

Peneliti juga menemukan bahwa infeksi akibat Omicron yang bergejala, 25 persen lebih kecil risikonya untuk dirawat di rumah sakit daripada varian Delta.

“Pada orang dengan varian Omicron dan mengalami gejala serius pun lebih cepat sembuh daripada orang dengan varian Delta,” kata peneliti.

Sementara tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah telah diketahui, studi ini turut menganalisis dan mengoreksi distrosi karena perbedaan status vaksinasi melalui peserta yang sudah divaksinasi.

Pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster pun, menunjukkan durasi gejala Omicron yang relatif lebih singkat dibandingkan Delta.

Gejala yang dilaporkan peserta berlangsung rata-rata sekitar 7,7 hari selama periode yang didominasi varian Delta, dan hanya 4,4 hari atau 3,3 hari lebih sedikit selama varian Omicron mendominasi di Inggris.

 

Di sisi lain, para peneliti mengatakan bahwa hilangnya penciuman sangat jarang dialami peserta penelitian terinfeksi varian Omicron.

Akan tetapi, gejala Sakit tenggorokan lebih umum dialami oleh orang yang terinfeksi varian Omicron dibandingkan varian Delta.

Gejala Omicron dan Delta memang terlihat sedikit berbeda. Hal ini mungkin disebabkan lebih sedikitnya keterlibatan saluran pernapasan bagian bawah terhadap infeksi, maupun risiko rawat inap rumah sakit yang relatif rendah.

Sebagai informasi, studi yang dipublikasikan pada 7 Apil 2022 itu rencananya akan dipresentasikan pada Kongres European Congress of Clinical Microbiology and Infectious Diseases akhir bulan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Studi #Inggris #Sebut #Infeksi #akibat #Omicron #Hari #Lebih #Singkat #Dibandingkan #Delta #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts