Bagaimana Batu Ginjal Bisa Terbentuk?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Istilah batu ginjal tentu sudah tidak asing lagi, tapi mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui lebih dalam mengenai kondisi ini.

Read More

Urine mengandung banyak mineral dan garam terlarut. Saat urine memiliki kadar mineral dan garam yang tinggi, maka dapat membentuk batu.

Batu bisa dimulai dari ukuran kecil dan bisa tumbuh membesar, bahkan mengisi stuktur berongga bagian dalam ginjal.

Melansir Urology Care, beberapa batu tetap berada di ginjal dan tidak menimbulkan masalah. Batu ginjal dapat berjalan ke bawah ureter, mencapai ke kandung kemih, dan dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

tetapi, apabila tersangkut di ureter, ini akan menghalangi urine dari ginjal dan menyebabkan rasa sakit.

Penyebab batu ginjal

Dokter spesialis urologi dr. Akhmada Maulana, Sp.U menjelaskan, bahwa bahan penyusun batu dapat berasal adari kalsium (kapur), asam urat, endapan karena infeksi, baik yang murni maupun campuran dengan zat lain seperti sitrat, oksalat, atau fosfat.

Menurut dia, pembentukan batu dikarenakan urine yang terlalu pekat, karena kekurangan minum air putih dan jumlah bahan penyusun batu yang terlalu banyak.

“Adanya sumbatan di saluran bawah atau dalam ginjal, sehingga terbentuk endapan yang lama-lama jadi batu,” ujar Akhada saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/4/2022).

Selain itu, kurangnya bahan penghambat terbentuknya batu juga dapat menyebabkan kemunculan batu.

“Batu yang paling keras dari bahan kalsium, kalau asam urat cukup lunak,” papar Akhada.

Cara mencegah batu ginjal

Akhada memberikan sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk mencegah batu ginjal, sebagai berikut:

1. Minum air cukup

Minum air lebih dari 50 cc kali berat badan per hari.

“Kalau banyak keringat ya dilebihkan, dengan target kencing minimal 0,5-1 cc kali kg berat badan per jam,” jelas Akhada.

Sebagai contoh, berat badan 60 kg, kencing minimal 720-1.000 cc dalam 24 jam dan jernih, tidak pekat.

“Sekali kencing paling tidak 250-300 cc minimal 4 kali kencing per hari,” kata dia.

2. Hindari makanan tinggi kalsium

Akhada memaparkan, sulit untuk mengurangi makanan tinggi kalsium, karena saking banyaknya makanan yang mengandung kalsium (kapur).

Dengan kadar yang tidak tinggi, kecuali terlihat kasat mata, air minum pun mengandung kapur.

“Yang bisa (dilakukan) adalah mengonsumsi bahan pengikatnya yaitu sitrat. Bisa didapatkan dari jeruk nipis, lemon, berry, dan anggur,” papar dia.

Adanya sitrat yang berimbang dengan kalsium, maka keduanya akan berikatan, sehingga kalsium tidak mengendap di ginjal.

 

3. Menghindari kolesterol tinggi

Kurangi konsumsi makanan tinggi kolesterol yang merupakan bahan dasar asam urat, dikarenakan bisa terbentuk batu urat.

“Pilihan lainnya kurangi gula atau karbo,” ujar Akhada.

Hal tersebut dikarenakan tubuh akan mengambil cadangan lemak untuk beraktivitas fisik berat seperti olahraga rutin, akibat dari kurangnya cadangan gula dalam tubuh, sehingga bahan penyusun asam urat berkurang.

 

4. Bahan penyusun batu

Untuk bahan penyusun batu dari oksalat seperti kacang, bayam, coklat, almond, kentang dengan kulitnya, akan menjadi batu yang berikatan dengan kalsium.

Jadi saat seseorang minum air banyak dan mengonsumsi sitrat, potensi terbentuknya batu kalsium oksalat berkurang.

5. Minuman soda dan manis

Akhada menuturkan, minuman bersoda, teh manis, dan sari buah kemasan yang bukan alami, mengandung banyak fosfat dan fruktosa yang sangat bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Jenis batu ginjal

Ginjal merupakan organ seukuran kepalan tangan yang menangani tingkat cairan dan kimia tubuh. Kebanyakan orang mempunyai dua ginjal, satu di setiap sisi tulang belakang di belakang hati, lambung, pankreas, dan usus.

Ginjal yang sehat akan membersihkan limbah dari darah dan membuangnya dalam urin. Organ ini pun yang mengontrol kadar natrium, kalium, dan kalsium dalam darah.

Batu ginjal datang dalam berbagai jenis dan warna. Cara merawat dan menghentikan pembentukan batu baru tergantung pada jenis yang dimiliki.

Terdapat beberapa jenis batu ginjal yang dipisahkan berdasarkan zat pembentuknya, sebagai berikut:

  • Batu kalsium (80 persen batu)

Batu kalsium menjadi jenis batu ginjal yang paling umum. Ada dua jenis batu kalsium, yaitu kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Sejauh ini, kalsium oksalat merupakan jenis batu kalsium yang paling umum.

Beberapa orang memiliki terlalu banyak kalsium dalam urine dan meningkatkan risiko batu kalsium. Bahkan dengan jumlah kalsium yang normal dalam urine, batu kalsium dapat terbentuk karena alasan lain.

  • Batu asam urat (5-10 persen batu)

Asam urat adalah produk limbah yang berasal dari perubahan kimia dalam tubuh. Kristal asam urat tidak larut dengan baik dalam urine asam dan malah akan membentuk batu asam urat.

Memiliki urin asam dapat berasal dari kelebihan berat badan, diare kronis, diabetes tipe 2, encok, dan diet yang tinggi protein hewani dan rendah buah dan sayur.

  • Batu struvite atau infeksi (10 persen batu)

Batu struvite bukanlah jenis batu yang umum. Batu-batu ini terkait dengan infeksi saluran kemih kronis (ISK). Beberapa bakteri membuat urin kurang asam dan lebih basa atau basa.

Batu magnesium amonium fosfat (struvit) terbentuk dalam urin alkali. Batu-batu ini sering besar, dengan cabang, dan mereka sering tumbuh sangat cepat.

Orang yang mengalami ISK kronis atau orang dengan pengosongan kandung kemih yang buruk karena gangguan neurologis (kelumpuhan, multiple sclerosis, dan spina bifida), berada pada risiko tertinggi untuk mengembangkan batu-batu tersebut.

  • Batu sistin (kurang dari 1 persen batu)

Sistin adalah asam amino yang ada dalam makanan tertentu. Sistinuria atau terlalu banyak sistin dalam urin menjadi kelainan metabolisme bawaan yang langka.

Ini terjadi ketika ginjal tidak menyerap kembali sistin dari urine. Ketika jumlah sistin yang tinggi dalam urin, itu menyebabkan batu terbentuk. Batu sistin sering mulai terbentuk di masa kanak-kanak.

 

Gejala batu ginjal

Dituliskan Mayoclinic, batu ginjal biasanya tidak akan menimbulkan gejala sampai batu itu bergerak di dalam ginjal atau masuk ke ureter, saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

Jika tersangkut di ureter, batu bisa menghalangi aliran urin dan menyebabkan ginjal membengkak dan ureter kejang, yang bisa sangat menyakitkan.

Pada kondisi ini, kemungkinan akan mengalami tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Sakit parah di samping dan punggung, di bawah tulang rusuk
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  • Rasa sakit yang datang dalam gelombang dan berfluktuasi dalam intensitas
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil

Sementara itu, tanda dan gejala lain mungkin termasuk urin berwarna merah muda, merah atau coklat, urine keruh atau berbau busuk, mual dan muntah, demam dan kedinginan jika ada infeksi, serta terus menerus buang air kecil yang lebih sering dari biasanya atau buang air kecil dalam jumlah sedikit.

Rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah, seperti berpindah ke lokasi yang berbeda atau meningkat intensitasnya saat batu bergerak melalui saluran kemih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


#Bagaimana #Batu #Ginjal #Bisa #Terbentuk #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts