Varian Covid Deltacron Terdeteksi di Eropa, Apa yang Perlu Diwaspadai?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Rekombinasi dua varian Covid-19, Delta dan Omicron, atau yang disebut sebagai varian baru Deltacron telah teridentifikasi di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat.

Read More

Deltacron adalah varian Covid-19 yang terdiri dari elemen varian Delta dan Omicron. Artinya, varian ini mengandung gen dari kedua varian tersebut yang membuatnya menjadi virus rekombinan.

Deltacron muncul saat seseorang terinfeksi dua varian virus corona yakni kombinasi Delta dan Omicron, serta selnya kemudian bereplikasi secara bersamaan.

Varian Deltacron di Eropa

Epidemiolog dari Griffith University Australia dr Dicky Budiman menjelaskan, rekombinan dari varian Delta dan Omicron memang telah terdeteksi di beberapa negara Eropa.

Menurut dia, sejauh ini belum ada data yang mengkhawatirkan dari adanya varian baru Covid-19 Deltacron ini.

“Jadi Deltacron ini memang ada, namanya belum resmi Deltacron. Namun sejauh ini tidak ada data yang terlalu mengkhawatirkan karena jumlahnya (kasus varian Covid Deltacron) itu kecil,” ujar Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/3/2022).

Ia menambahkan, sampai sekarang belum dilaporkan adanya potensi perburukan dari rekombinan tersebut, termasuk belum dilaporkan adanya tingkat kecepatan penularan dan keparahan dibandingkan varian Delta dan Omicron.

Apa yang perlu diwaspadai dari munculnya varian Deltacron Covid?

Kendati begitu, di tengah pelonggaran-pelonggaran yang dilakukan sejumlah negara di dunia harus diwaspadai kemunculan varian-varian rekombinan, yang kemudian dapat menimbulkan subvarian atau varian lain yang lebih efektif dalam memperburuk situasi.

Artinya, tak hanya perlu mewaspadai kemunculan Deltacron, namun subvarian atau varian lain bisa lebih cepat menular, lebih menyebabkan keparahan, hingga mengurangi efikasi vaksinasi juga harus diwaspadai.

SHUTTERSTOCK/Lightspring Ilustrasi koinfeksi atau infeksi dua varian virus corona. Beberapa laporan ilmiah mengungkapkan sejumlah pasien terinfeksi dua varian virus corona. Ahli pun mengatakan bahwa infeksi varian Delta dan Omicron, kemungkinan bisa terjadi.

“Pesan pentingnya, bahwa ternyata ketika dunia mengalami pelonggaran dan ini sebagian negara terlalu terburu-buru, tidak terukur, yang bisa ditimbulkan adalah seperti terjadinya varian rekombinan ini, dan ini berbahaya,” papar Dicky.

Ia menyampaikan, sejauh ini varian Covid-19 yang disebut-sebut sebagai Deltacron belum berdampak terhadap masa transisi dan upaya mengendalikan virus corona.

“Masih yang perlu diperhatikan dan diwaspadai ini Omicron. Subvarian BA.2 itu harus diperhatikan karena sangat serius,” tutur Dicky.

Dicky menegaskan, potensi lahirnya varian rekombinan Delta dan Omicron yang lebih buruk dapat terjadi apabila dilakukan pelonggaran yang berarti memberikan ruang bagi virus, terlebih variant of concern (VoC) yang masih bersirkulasi.

“(Virus) belum hilang, Omicron apalagi. Terlebih sekarang ada subvarian BA.2 yang jauh lebih serius dari BA.1, bahkan lebih serius dari Deltacron, yang bahkan di eropa berpotensi menyebabkan gelombang berikutnya,” kata dia.

Dicky mengimbau kepada seluruh pihak untuk terus menerapkan protokol kesehatan di tengah pelonggaran yang terjadi. Selain itu, pemerintah juga harus terus memperkuat testing, tracing, treatment (3T), dan program vaksinasi.

Secara terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, belum dapat disimpulkan secara pasti tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh kemunculan Deltacron, tapi kemungkinan varian tersebut tidak berbahaya ketimbang varian Omicron.

“Mungkin sekali (varian Deltacron) tidak berbahaya ketimbang varian Omicron. Belum bisa dipastikan. Karena jumlah kasusnya masih amat sedikit,” tulis Zubairi.

Menurut dia, hanya sedikit data yang dapat digunakan untuk mengukur kekhawatiran atau tidak. Namun, sejumlah ahli memaparkan bahwa varian Deltacron Covid ini harus diawasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


#Varian #Covid #Deltacron #Terdeteksi #Eropa #Apa #yang #Perlu #Diwaspadai #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts