Peneliti Berhasil Identifkasi Cicak Papeda, Spesies Baru dari Maluku Utara

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sekelompok peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Badan Riset Nasional dan Inovasi (BRIN) telah mengidentifikasi cicak jarilengkung jenis baru.

Read More

Mereka mengatakan, cicak bernama ilmiah Cyrtodactylus papeda itu ditemukan di Kawasi, Pulau Obi, Maluku Utara.

Adapun hewan tersebut berasal dari spesimen yang ditemukan oleh Fata H Faz dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 2016 dan 2018 lalu. Temuan mengena cicak papeda ini pun telah dipublikasikan di jurnal Herpetologica.

“Secara genetik dan morfologi cecak ini mirip dengan spesies Melanesia yaitu Cyrtodactylus papuensis,” ujar Peneliti Zoologi dari Museum Zoologicum Bogoriense Pusat Penelitian Biologi BRIN, Awal Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/3/2022).

“Bedanya terlihat pada ukuran tubuhnya yang lebih besar, baris sisik besar paha lebih dari satu baris, dan alur precloacal yang dalam pada jantan,” sambung dia.


Lebih lanjut, Awal menjelaskan bahwa pemberian nama ‘papeda’ merupakan bagian upaya untuk mempromosikan atau mengenalkan keragaman kuliner nusantara.

Sehingga, papeda yang merupakan makanan tradisional dari Maluku dan Papua Barat yang terbuat dari sagu disematkan dalam nama spesies cicak itu.

“Cecak ini dapat ditemukan pada vegetasi rawa bakau, pinus, dan hutan sekunder yang berasosiasi dengan semak belukar. Biasanya (cicak) aktif dan ditemukan di malam hari antara 30 cm sampai 3 meter di atas tanah dan sebagian besar pada batang pohon,” ungkap Awal.

Berdasarkan analisis molekuler, mengindikasikan spesimen Cyrtodactylus dari Pulau Obi masuk dalam kelompok C. marmoratus grup.

Sementara, populasi Cyrtodactylus dari Pulau Obi memiliki kekerabatan dekat dengan sample C. papuensis yang berasal dari Pulau Buru, Raja Ampat, dan Selatan Papua Nuigini.

Tim peneliti memaparkan, rata-rata ukuran panjang Cyrtodactylus papeda mencapai 60,7 mm. Bagian dorsum atau punggung cicak berwarna cokelat muda.

Cicak papeda juga memiliki pola dengan tujuh atau delapan tanda berwarna cokelat gelap, yang melintang sempit dan tidak beraturan antara ketiak dan selangkangan.

Warna garis cokelat tua tampak memanjang dari bagian postnasal melewati mata, kemudian berlanjut ke lubang telinga bagian atas.

Sisi punggung ekor cicak bengkok, lalu di bagian dasarnya memiliki pita gelap menyempit, dan melebar saat ekor mengecil.

“Baik dalam keadaan hidup dan diawetkan, cecak ini memiliki warna yang sama. Semua area berwarna cokelat pucat dengan bagian dorsum berwarna abu-abu, krem, atau kuning kecokelatan, sedangkan supercilium dan canthus berwarna kuning keemasan,” jelas Awal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Peneliti #Berhasil #Identifkasi #Cicak #Papeda #Spesies #Baru #dari #Maluku #Utara #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts