5 Serangga Pengisap Darah, Nyamuk hingga Kutu

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Serangga dibekali beragam desain mulut yang sangat cocok untuk berbagai jenis makanan, mulai dari belalang sembah karnivora hingga kutu pengisap darah. 

Read More

Serangga pengisap darah, seperti kutu, dapat menembus kulit mangsanya, menyuntikkan antikoagulan atau pengencer darah, dan menyedot darah yang kaya protein. 

Adapun serangga pengisap darah yang paling umum adalah lalat (Diptera), nun kelompok serangga lain, seperti serangga sejati (Hemiptera) dan beberapa ngengat (Lepidoptera) juga memiliki perilaku memakan darah.

Dilansir dari Sciencing, berikut adalah 5 serangga pengisap darah:

1. Nyamuk

Dari semua serangga pemakan darah, nyamuk mungkin yang paling familiar. 

Serangga yang satu ini termasuk dalam famili Culicidae yang tersebar luas dan dapat ditemukan di seluruh dunia, kecuali Antartika. Hanya nyamuk betina yang minum darah. Ini dilakukan karena mereka membutuhkan protein untuk menghasilkan telur. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika nyamuk betina mendarat di mangsanya, dia menyuntikkan tabung panjang, yang disebut belalai, ke dalam kulit. Saat dia mengisap darah, dia melepaskan air liur untuk mencegah darah membeku. 

Tubuh manusia memiliki reaksi alergi terhadap air liur ini, yang menyebabkan kulit membentuk benjolan merah gatal setelah gigitan nyamuk.

Sementara itu, nyamuk yang belum dewasa atau larva, hidup di genangan air seperti kolam atau selokan dan memakan bahan organik di dalam air.

2. Lalat hitam

Mirip dengan nyamuk, hanya lalat hitam betina (Simuliidae) yang memakan darah. 

Rahang lalat hitam yang setajam silet dapat memotong kulit mamalia atau burung sehingga dia bisa mengisap darah. 

Lalat hitam sering disebut agas kerbau karena bentuknya yang bungkuk. Meskipun ukurannya kecil (panjangnya sekitar 5 milimeter), dalam kelompok besar, lalat ini menjadi gangguan bagi ternak dan satwa liar.

3. Lalat kuda dan lalat rusa

Lalat kuda dan lalat rusa (Tabanidae) adalah spesies lalat lainnya yang juga termasuk serangga pengisap darah. 

Lalat rusa berwarna coklat tua atau hitam dan memiliki warna gelap pada sayapnya. Betina dari lalat ini memakan darah, sedangkan jantan lebih suka nektar.

Lalat kuda sering menjadi hama ternak yang serius, tetapi kedua lalat ini juga hisa menggigit manusia, meninggalkan luka dan pembengkakan yang menyakitkan.

4. Kutu rambut

Meskipun ada banyak spesies kutu penghisap darah, hanya satu kelompok, Pediculidae, yang memakan darahvmanusia. 

Kutu rambut memiliki bentuk yang memanjang. Ia dapat ditularkan melalui sisir, sikat, topi, dan melalui kontak langsung. 

Kutu rambut betina menempelkan telurnya ke rambut. Setelah telur menetas, kutu tetap berada di inangnya seumur hidup, di mana mereka memakan darah. 

Kutu rambut umumnya tidak mengancam tetapi dapat sangat mengganggu karena bisa menimbulkan gatal yang hebat.

5. Kutu busuk

Kutu busuk (Cimicidae) bersembunyi di lapisan kasur atau retakan di lantai dan dinding dan keluar untuk makan darah di malam hari. 

Mereka dapat menggigit beberapa kali pada malam hari sampai tubuh mereka dipenuhi darah, tetapi mereka dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makanan.

Setelah mengisap darah, hama ini meninggalkan luka merah dan gatal pada tubuh. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Serangga #Pengisap #Darah #Nyamuk #hingga #Kutu #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts