Infeksi Covid-19 Terdeteksi pada Rusa

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Setelah terdeteksi pada gorila dan harimau, kasus Covid-19 pada hewan kembali terindentifikasi.

Read More

Kali ini para ilmuwan menemukan infeksi tiga varian virus yang menyebabkan Covid-19 pada rusa berekor putih yang berkeliaran bebas di enam lokasi timur laut Ohio, Amerika Serikat.

Studi yang dipublikasikan Kamis, (23/12/2021) di Nature ini pun merinci laporan pertama infeksi Covid-19 aktif pada rusa berekor putih yang didukung oleh pertumbuhan isolat virus di laboratorium yang menunjukkan adanya virus corona.

Dalam studinya, peneliti melakukan pengurutan genom dari sampel yang dikumpulkan antara Januari hingga Maret 2021.

Tim peneliti mengambil usap hidung dari 360 rusa berekor putih di sembilan lokasi timur laut Ohio.

Dengan menggunakan metode pengujian PCR, para ilmuwan mendeteksi materi genetik dari setidaknya tiga jenis virus yang berbeda pada 129 (35,8%) rusa yang dijadikan sampel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiga varian tersebut merupakan strain virus SARS-CoV-2 yang umum ditemukan pada pasien Covid-19 di Ohio pada bulan-bulan awal tahun 2021.

Dan varian itu diketahui menyebar berkali-kali ke populasi rusa di lokasi yang berbeda. Bukannya satu populasi mendapatkannya sekali dan menyebar.

Pengumpulan sampel ini sendiri terjadi sebelum varian Delta menyebar luas, sehingga varian tersebut tak terdeteksi pada rusa kala itu.

Namun mengutip Medicalxpress Minggu (26/12/2021) tim peneliti sedang menguji lebih banyak sampel untuk memeriksa varian baru serta yang lebih lama untuk mengetahui apakah virus dapat bertahan dalam spesies ini.

Sebab jika rusa berekor putih menjadi reservoir virus bisa jadi ada skenario yang kurang menyenangkan. Pertama, virus akan bermutansi dan berpotensi memfasilitasi penularan jenis baru ke spesies lain, termasuk manusia.

Lalu, kedua,virus dapat bertahan hidup di dalam tubuh rusa tanpa mutasi. Dan pada titik tertentu ketika manusia tak memiliki kekebalan terhadap virus tersebut, strain yang menginfeksi rusa bisa menular kembali ke manusia.

 

Hal tersebut tentunya dapat memperumit rencana mitigasi dan pengendalian Covid-19 di masa depan.

“Kami tahu mereka terpapar di alam liar dan virus dapat menginfeksi dari rusa ke rusa. Dan jika mereka dapat mempertahankan dalam tubuh mereka, kita memiliki sumber potensial baru SARS-CoV-2 yang bisa masuk ke manusia,” ungkap Andrew Bowman, penulis senior studi dari The Ohio State University.

Ini artinya menurut Bowman, selain melacak apa yang ada pada manusia, perlu juga untuk mengetahui apa yang ada di dalam rusa.

Rusa-rusa itu menurut teori peneliti terinfeksi dari manusia. Infeksi rusa tertinggi menurut peneliti terjadi pada populasi yang di dikelilingi oleh lingkungan berpenduduk padat.

Sehingga tim peneliti berspekulasi bahwa rusa berekor putih terinfeksi melalui jalur lingkungan. Seperti misalnya dengan meminum air yang terkontaminasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan virus dapat menyebar melalui tinja manusia dan terdeteksi dalam air limbah.

Lebih lanjut, peneliti menjelaskan pula bahwa rusa ekor putih yang diuji untuk penelitian ini adalah bagian dari inisiatif pengendalian populasi.

Pengambilan sampel ini berfokus pada lokasi yang dekat dengan populasi manusia yang padat dan tidak mewakili semua rusa yang berkeliaran bebas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Infeksi #Covid19 #Terdeteksi #pada #Rusa #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts