Bukti Pertama Biji Pinus yang Bertunas Ditemukan Memfosil di Batu Ambar

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Perkecambahan benih biasanya terjadi di tanah setelah benih jatuh. Namun, peneliti rupanya menemukan bukti menarik pada fosil biji pinus yang berusia 40 juta tahun.

Read More

Peneliti menyebut kalau biji pinus yang terawetkan dalam batu ambar itu mengalami perkecambahan dewasa sebelum waktunya atau yang disebut viviparitas.

Kondisi tersebut terjadi ketika benih bertunas sebelum meninggalkan buah.

Mengutip CNN, Senin (13/12/2021) dalam batu ambar tersebut, peneliti melihat adanya beberapa embrio yang muncul dari kerucut Pinus Cembrifolia yang sudah punah itu.

Temuan ini pun menjadikannya sebagai bukti fosil pertama biji pinus yang bertunas.

“Itulah bagian dari apa yang membuat penemuan begitu menarik. Bahkan lebih dari itu, fosil adalah catatan fosil pertama viviparitas tanaman yang melibatkan perkecambahan biji,” kata George Poinar Jr., ahli paleobiologi Oregon State College of Science dan penulis studi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkecambahan sebelum waktunya di kerucut pinus sangat langka. Hanya ada satu contoh alami dari kondisi ini yang telah dijelaskan dalam literatur ilmiah pada tahun 1965.

Beberapa penemuan paleontologi yang paling luar biasa dalam beberap terakhir memang ditemukan di batu ambar.

Sebut saja ekor dinosaurus, bagian dari burung primitif, serangga, kadal, dan bunga, semuanya ditemukan terawetkan dalam gumpalan resin pohon yang berasal dari jutaan tahun lalu.

Hewan serta tumbuhan itu terlihat seperti baru saja mati dan sering kali terawetkan dengan indah, detil pun masih utuh dan tak hilang.

Pada kasus biji pinus ini, Poinar menjelaskan kalau biji pinus kemungkinan terawetkan dalam batu ambar setelah bersentuhan dengan getah pohon yang lengket.

Poinar sendiri telah bekerja dengan fosil amber selama beberapa dekade. Ia menemukan dalam studinya tahun 1982, bahwa ambar dapat mengawetkan struktur intraseluler organisme yang terperangkat di dalamnya.

Penemuannya itu kemudian menginspirasi buku dan film sains fiksi Jurassic Park, di mana DNA dinosaurus diekstraksi dari nyamuk yang terperangkap dalam ambar untuk menciptakan kembali mahluk prasejarah.

Studi dipublikasikan di Historical Biology.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Bukti #Pertama #Biji #Pinus #yang #Bertunas #Ditemukan #Memfosil #Batu #Ambar #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts