Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Pemerintah membatalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah, dan Epidemiolog Indonesia untuk Griffith University Dicky Budiman menyetujui hal ini.

Read More

Menurut Dicky, pembatasan mobilitas atau pergerakan masyarakat di Indonesia masih harus dilakukan, akan tetapi tidak perlu disamaratakan menjadi level 3.

“Memang saya tidak setuju dengan adanya PPKM level 3 diterapkan, bukan berarti tidak boleh ada pembatasan, tapi levelingnya sesuai aja dengan indikator di wilayahnya (masing-masing)” kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Namun, ia pun menegaskan hal ini perlu dilakukan supaya indikator level pembatasan atau PPKM ini bisa dilakukan dengan konsisten dan tegas. Selain itu, dengan adanya PPKM yang disesuaikan dengan level daerah masing-masing itu dapat dijadikan kontrol ketat.

“Ini kan juga bisa menjadi insentif untuk daerah itu, bahwa oh berarti dia (daerah itu) tidak mencapai level itu (level 3), jadi dia (masyarakat daerah itu) boleh menikmati kebebasan dengan kontrol ketat itu maksud saya,” jelasnya.

Mengenai momentum libur natal dan tahun baru, tentu harus ada penguatan yang lebih, akan tetapi bukan berarti harus level PPKM-nya yang ditingkatkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melainkan, cukup ditingkatkan pengetatan atas mobilitas masyarakat selama libur nataru tersebut yang harus dikuatkan lagi.

Misalnya, larangan tidak boleh berkerumun apapun kegiatannya atau alasannya tidak boleh dilakukan selama periode libur nataru ini, dan lain sebagainya yang harus disesuaikan dengan karakteristik, angka kasus, kategori level, kesiapan dan mekanisme penanganan Covid-19.

Dicky menegaskan, penerapan PPKM tanpa menyamaratakan level ini harus jadi kebijakan yang solid, karena nanti momentum libur panjang seperti nataru ini masih ada banyak ke depannya.

Dengan penerapan level PPKM sesuai dengan tingkat keamanan penularan ataupun angka kasus yang terjadi di daerah tersebut, maka diharapkan masyarakat bisa sadar dan ingat untuk ke depannya, pada saat ada momentum libur panjang, mereka bisa membatasi diri sendiri sebelum Covid-19 benar-benar tereliminasi ataupun sudah berubah statusnya menjadi endemi.

“Di sisi lain, (level 3 serentak akan membuat) masyarakat dan pemerintah setempat juga tidak terdemotivasi kalau semua (level) disamaratakan. Bisa saja mereka berpikir, lalu apa dong bedanya saya dengan wilayah lain,” ujarnya.

Dicky berkata, pembatalan PPKM level 3 serentak ini memang harus dilakukan untuk menjaga keseimbangan, optimisme, motivasi, dan insentif, serta harapan untuk segera mengakhirkan pandemi Covid-19 ini dengan bertindak sesuai arahan dan anjuran para ahli.

Namun, ada catatan penting yang ditegaskan Dicky dalam perkara pembatalan PPKM level 3 serentak di Indonesia menjelang nataru ini yaitu tetap harus ditingkatkan literasi dan pemahaman yang benar mengenai tidak boleh ada pengabaian meski level di daerahnya di bawah 3.

“Ingat jangan sampai kita meremehkan, kita mengabaikan dan bilang ini kita sudah aman, nah itu bahaya ya, karena belum tentu (aman), karena sejatinya kita (Indonesia) juga belum memadai, surveilance genomiknya juga lemah, jadi jangan sampai pesannya gak kesampainya, pesannya jadi abai (padahal harus tetap pembatasan terkontrol),”  tegasnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meskipun PPKM level 3 dibatalkan tetapi harus ada pembatasan mobilitas masyarakat selama nataru.

“Artinya, tetap akan ada pembatasan-pembatsan mobilitas kita di akhri Natal dan tahun baru,” kata Nadia dalam diskusi secara virtual, Selasa (7/12/2021).

Nadia menekankan, meski laju penularan Covid-19 berada di titik yang rendah, varian Delta masih mendominasi dan sudah memiliki 23 jenis turunan. 

“Yang pasti kita harus berhati-hati terhadap varian baru, termasuk Omicron,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Epidemiolog #Setuju #PPKM #Level #Serentak #Dibatalkan #Apa #Alasannya #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts