Gejala dan Penyebab Penyakit Kaki Gajah

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Filariasis atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kaki gajah merupakan masalah kesehatan yang serius yang didapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Read More

Dilansir dari laman Sehat Negeri Kementerian Kesehatan (Kemkes), penyakit kaki gajah disebabkan oleh tiga spesies cacing Filaria.

Tiga cacing tersebut adalah Wucheria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Ketiganya menular melalui nyamuk sebagai vektor.

Tidak seperti penyakit demam berdarah atau malaria, penyakit gagi gajah dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk, termasuk genus Anopheles, Culex, Aedes, dan Arnigeres.

Kaki gajah ditularkan ketika seekor nyamuk menghisap darah seseorang yang mengandung anak cacing Filaria yang dissebut mikrofilaria.

Selama sekitar dua minggu, anak cacing tersebut menjadi parasit di tubuh nyamuk hingga berubah menjadi larva.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, ketika nyamuk itu menggigit dan menghisap darah orang lain, larva akan masuk ke dalam tubuh, tumbuh, dan berkembang di dalam pembuluh dan kelenjar getah bening selama berbulan-bulan hingga menjadi cacing Filaria dewasa.

Cacing Filaria dewasa dapat menghasilkan cacing Filaria kecil yang beredar aktif di peredaran darah pada malam hari dan berada di kapiler darah organ dalam saat siang hari.

Gejala penyakit kaki gajah

Dilansir dari Healthline, gejala penyakit gajah yang paling umum adalah pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Biasanya, kaki adalah area yang paling sering terserang. Namun, pembengkakan akibat penyakit ini juga dapat terjadi di alat kelamin, payudara, dan lengan.

Pembengkakan bagian tubuh ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kesulitan bergerak. Kulit juga terperanguh dan menjadi lebih kering, tebal, gelap, serta berbintik.

Beberapa orang yang terkena penyakit kaki gajah mengalami gejala tambahan, seperti demam dan kedinginan.

Gejala demam yang terjadi selama tiga hingga lima hari bisa menjadi tanda fase klinis akut penyakit kaki gajah.

Sementara itu, fase kronis penyakit kaki gajah dibagi menjadi beberapa stadium, yakni:

1. Stadium I: Ditandai dengan bengkak pada anggota tubuh (hilang saat bangun pagi), tidak ada lipatan kulit, dan kulit yang bengkak tetap cekung setelah ditekan selama beberapa detik (pitting edema).

2. Stadium II: Gejala bengkak pada anggota tubuh tidak hilang saat bangun pagi, tidak ada lipatan kulit, dan pitting edema.

3. Stadium III: Ditandai dengan bengkak menetap, lipatan kulit dangkal, kulit masih normal, dan non-pitting edema.

4. Stadium IV: Ditandai dengan bengkak menetap, lipatan kulit dangkal, dan ada benjolan di kulit.

5. Stadium V: Ditandai dengan bengkak menetap dan membesar, lipatan kulit dalam, dan ada benjolan di kulit.

6. Stadium VI: Ditandai dengan bengkak menetap dan membesar, lipatan kulit dangkal dan dalam, mossy foot.

7. Stadium VII: Ditandai dengan bengkak menetap dan membesar, lipatan kulit dalam, muncul benjolan-benjolan, mossy foot, penderita sudah tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Gejala #dan #Penyebab #Penyakit #Kaki #Gajah #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts