COP26 Digelar, Pertemuan Pemimpin Dunia Bahas Krisis Iklim

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Conference of the Parties (COP) ke-26 (kemudian disebut COP26) yang membahas tentang perubahan iklim resmi dibuka.

Read More

Bertempat di Glasgow, Skotlandia, delegasi dari sekitar 200 negara hadir, termasuk Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari AP News, Minggu (31/10/2021), pembukaan COP26 telah dilakukan pada hari Minggu.

Kemudian di hari ini, para pemimpin dunia akan memaparkan upaya dari negara masing-masing untuk mengekang emisi gas rumah kaca, mengurangi emisi pada tahun 2030, dan menangani dampak perubahan iklim.

Pemanasan global karena emisi bahan bakar fosil yang disebabkan manusia membuat para ilmuwan mendesak perlunya tindakan segera untuk menghindari bencana iklim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para negosiator pun mendorong negara-negara untuk meningkatkan upaya mereka dalam menjaga suhu global agar tidak naik lebih dari 1,5 derajat Celsius pada abad ini.

Menurut Alok Sharma, menteri pemerintah Inggris yang memimpin COP26, pertemuan ini adalah harapat terakhir dan terbaik untuk menjaga suhu Bumi tidak naik 1,5 derajat Celsius.

Para ilmuwan mengatakan peluang untuk mencapai target 1,5 derajat Celsius, yang menjadi kesepakatan dalam Perjanjian Paris 2015, perlahan-lahan menghilang.

Dibanding masa pra-industri, dunia telah menghangat lebih dari 1,1 derajat Celsius dan proyeksi saat ini berdasarkan pengurangan emisi yang direncanakan selama dekade berikutnya akan mencapai 2,7 derajat Celsius pada tahun 2100.

Para ahli memperingatkan, jumlah energi yang dilepaskan oleh pemanasan global akan mencairkan sebagian besar es Bumi, menaikkan permukaan laut global, serta meningkatkan kemungkinan dan intensitas cuaca ekstrem.

“Kami dapat memajukan negosiasi dan meluncurkan upaya dalam satu dekade ke depan,” kata Sharma pada upacara pembukaan.

“Kita dapat memanfaatkan peluang besar pertumbuhan hijau untuk lingkungan yang baik, tenaga yang lebih murah, dan lebih bersih (untuk mengurangi emisi).”

Dia mencatat bahwa China adalah penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, dan baru saja menaikkan target iklimnya.

“Tapi tentu saja kami mengharapkan lebih,” kata Sharma kepada BBC Minggu pagi.

Di Vatikan, Paus Fransiskus pun berharap pertemuan ini dapat memberikan solusi untuk lingkungan yang lebih baik.

“Semoga pertemuan ini menghasilkan jawaban yang efisien yang menawarkan harapan nyata bagi generasi mendatang,” kata paus Fransiskus pada Minggu (31/10/2021).

Utusan iklim AS John Kerry pekan lalu memperingatkan dampak dramatis yang melebihi tujuan kesepakatan Paris 2015 terhadap alam dan manusia, tetapi menyatakan optimisme bahwa dunia sedang menuju ke arah yang benar.

Amerika Serikat saat ini merupakan pencemar iklim terbesar kedua di dunia, meskipun secara historis bertanggung jawab atas jumlah karbon dioksida terbesar di atmosfer.

India, penghasil emisi terbesar ketiga di dunia, belum mengikuti China, AS, dan Uni Eropa dalam menetapkan target untuk mencapai emisi ‘nol bersih’. Negosiator berharap Perdana Menteri India Narendra Modi akan mengumumkan tujuannya di pertemuan COP26 ini.

“Kami membutuhkan semua anggota G20 untuk maju. G20 mewakili 80 persen emisi global dan itulah mengapa setiap negara penting, tetapi G20 khususnya penting.”

Beberapa masalah yang dibahas selama pembicaraan telah menjadi agenda selama beberapa dekade, termasuk bagaimana negara-negara kaya dapat membantu negara-negara miskin mengatasi emisi dan beradaptasi dengan dunia yang lebih panas.

Lambatnya tindakan telah membuat marah banyak juru kampanye lingkungan, yang diperkirakan akan menggelar protes keras dan kreatif selama KTT.

Pangeran Charles mendesak para pemimpin dunia untuk peduli pada “suara putus asa” dari kaum muda yang akan menanggung beban perubahan iklim.

Pewaris takhta Kerajaan Inggris itu menggambarkan pembicaraan di Glasgow sebagai kesempatan terakhir bagi Bumi.

Charles mengatakan kepada para pemimpin Kelompok 20 bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang luar biasa terhadap generasi yang belum lahir.

“Mustahil untuk tidak mendengar suara putus asa dari orang-orang muda, kelangsungan masa depan mereka ada di tangan Anda,” katanya di Roma pada MInggu (31/10/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#COP26 #Digelar #Pertemuan #Pemimpin #Dunia #Bahas #Krisis #Iklim #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts