Tak Ada Efek Samping Parah pada 6,2 Juta Penerima Vaksin Covid-19 mRNA

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Salah satu jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh peneliti adalah vaksin mRNA. Kendati termasuk jenis vaksin baru yang kandungannya berbeda dengan vaksin lain, studi terbaru menemukan bahwa vaksin ini tidak menimbulkan efek samping serius.

Read More

Vaksin mRNA tidak menggunakan virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan menggunakan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai kuman atau virus tertentu.

Memang, tidak ada intervensi medis tanpa risiko. Inilah pentingnya mengetahui efek samping dari vaksin yang dikembangkan sejak uji klinis dilakukan.

Bagaimana dengan efek samping yang lebih serius dan mengancam jiwa?

Jawaban penting dari pertanyaan itu akhirnya terjawab di makalah terbaru yang terbit di jurnal JAMA. Hasilnya positif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari IFL Science, Jumat (8/10/2021), baik vaksin Covid-19 Moderna maupun Pfizer/BioNTech – yang keduanya berbasis mRNA – tidak mengembangkan efek samping serius pada penerimanya.

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan asuransi pemerintah dan swasta.

Ada 23 kondisi serius dan seringkali mematikan yang mereka amati. Di antaranya, serangan jantung, stroke, radang usus buntu, pembentukan bekuan darah, Bell’s palsy, dan sindrom Guillain-Barré.

Data dari 6,2 juta individu dikumpulkan selama enam minggu pertama pasca-vaksinasi.

Dan insiden hasil kesehatan yang parah dibandingkan antara tiga minggu pertama dan tiga minggu terakhir.

Kondisi parah terus-menerus terjadi pada beberapa orang, tetapi tidak ada indikasi bahwa hal itu disebabkan oleh vaksin. Insiden hasil yang serius tidak lebih tinggi secara signifikan dalam 21 hari pertama pasca-vaksinasi dibandingkan pada hari-hari 22 hingga 42 hari pasca-vaksinasi.

Tim juga memperkirakan bahwa jumlah kejadian anafilaksis yang dikonfirmasi adalah sekitar 5 per juta dosis vaksin yang disuntikkan.

Kendati penelitian ini melihat efek samping serius, perlu dicatat penelitian ini memiliki keterbatasan yang parah.

Tim berterus terang bahwa kekuatan analisis statistik pada data sebelumnya tidak sebaik atau sekuat yang diinginkan.

Data lebih lanjut diharapkan akan menyelesaikannya.

Mungkin ada hasil kesehatan tertentu yang tidak dievaluasi dalam penelitian ini yang mungkin penting, atau beberapa mungkin terlewatkan jika perlu waktu lebih lama untuk terwujud daripada enam minggu penelitian.

Penting juga untuk diingat bahwa ini bukan studi tentang efek jangka panjang dan bahwa para peneliti hanya dapat memperkirakan efek yang telah menjadi perhatian dokter perawatan kesehatan di institusi yang terlibat, yang membawa tingkat bias sosial.

Penelitian ini didanai oleh Center for Disease Control sebagai bagian dari Vaccine Safety Datalink (VSD). Inisiatif ini, dimulai pada tahun 1990, melakukan penelitian tentang pertanyaan keamanan vaksin yang penting pada populasi besar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Tak #Ada #Efek #Samping #Parah #pada #Juta #Penerima #Vaksin #Covid19 #mRNA

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts