Mengapa Sebagian Orang Terinfeksi Covid-19 Tanpa Gejala? Ilmuwan Ungkap Alasannya

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, berbagai penelitian terkait penyakit ini masih terus dilakukan.

Read More

Salah satu penelitian baru mengungkap alasan mengapa beberapa orang kurang memiliki pertahanan terhadap Covid-19 dibanding sebagian orang lainnya.

Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Science, kelompok tim peneliti yang berafiliasi dengan sejumlah institusi di Inggris dan Brasil menjelaskan tentang sistem interferon dan perannya dalam memerangi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Melansir Medical Xpress, selama pandemi Covid-19, tampak jelas bahwa beberapa orang memiliki gejala yang jauh lebih serius ketika teinfeksi Covid-19 daripada yang lain.

Beberapa orang ditemukan tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lain menjadi sangat sakit hingga menyebabka mereka meninggal.

Dalam upaya baru ini, para peneliti melakukan skrining ekspresi gen terstimulasi interferon yang ekstensif, untuk mengisolasi kemungkinan enzim yang terlibat dalam memperingatkan sistem kekebalan terhadap infeksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Interferon adalah sinyal protein yang memperingatkan tubuh, ketika entitas invasif seperti bakteri dan virus terdeteksi.

Penelitian ini membawa para peneliti mendeteksi OAS1, enzim yang bereaksi terhadap sinyal interferon dengan meminta respons imun ketika virus SARS-CoV-2 terdeteksi.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, bahwa OAS1 menempel pada membran menggunakan gugus prenyl sebagai bagian dari proses pensinyalan.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, bahwa pensinyalan ini dapat menghambat replikasi virus SARS-CoV-2.

Memperhatikan nilainya dalam melindungi orang dari Covid-19, para peneliti melihat transkriptom dari 500 pasien Covid-19 yang telah mengalami berbagai gejala dan menemukan bahwa mereka yang tidak memiliki OAS1 terprenilasi mengalami gejala yang jauh lebih parah.

Mengapa beberapa orang dilahirkan tanpa enzim tersebut masih menjadi misteri, tetapi pekerjaan tim peneliti dapat membantu menghasilkan jenis vaksin baru untuk melawan Covid-19 dan jenis infeksi lainnya.

Para peneliti kemudian memerhatikan mamalia lain yang mungkin terlibat dalam pandemi—kelelawar tapal kuda.

Mereka menemukan, bahwa binatang tersebut tidak memiliki bentuk OAS1 terprenilasi yang melindungi manusia dari virus. Hal ini membantu menjelaskan, mengapa virus itu sangat mematikan bagi spesies itu.

Namun, temuan ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa kelelawar merupakan inang yang sangat produktif bagi berbagai virus.

 

#Mengapa #Sebagian #Orang #Terinfeksi #Covid19 #Tanpa #Gejala #Ilmuwan #Ungkap #Alasannya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts