Mikroplastik di Mana-mana, Termasuk di Feses Bayi

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Berbagai penelitian mengungkap, jika hampir seluruh bagian planet ini tak luput dari mikroplastik, mulai dari wilayah terliar hingga palung terdalam di Bumi.

Read More

Namun kini, sebuah studi pendahuluan baru telah menemukan sesuatu yang mengejutkan. Konsentrasi mikroplastik ternyata ditemukan pula pada feses bayi.

Hal tersebut terungkap setelah peneliti melakukan studi terhadap feses bayi di New York City. Peneliti menemukan lebih banyak mikroplastik pada feses bayi berusia satu tahun daripada 10 orang dewasa yang tinggal di daerah yang sama.

Temuan ini menunjukkan, bahwa bayi memiliki paparan mikroplastik yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Kemungkinan karena faktor-faktor seperti peralatan makan plastik, dot, gelas, dan mainan plastik yang kadang dikunyah oleh bayi.

Hasil tersebut pun membutuhkan studi lebih lanjut, terutama karena dampak kesehatan pada bayi yang bisa jauh lebih parah.

“Data kami memberikan bukti awal untuk dosis paparan mikroplastik pada bayi dan orang dewasa. Hal ini mendukung perlunya studi lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk menguatkan temuan kami,” tulis peneliti dalam studi mereka, seperti dikutip dari Science Alert, Jumat (24/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam studi yang dilakukan oleh New York University ini, peneliti ingin menilai paparan manusia pada dua jenis umum mikroplastik, yaitu polyethylene tereftalate (PET), digunakan untuk membuat kemasan makanan dan pakaian, dan polikarbonat (PC), digunakan dalam mainan dan botol.

Para peneliti kemudian mengumpulkan sampel feses dari 6 bayi berusia satu tahun dan 10 orang dewasa serta Meconium (feses paling awal).

Ternyata setiap sampel feses mengandung setidaknya satu jenis plastik, tetapi perbedaan antara orang dewasa dan anak berusia satu tahun sangat mencolok.

“Kami menemukan perbedaan yang signifikan dalam pola dua jenis microplastics antara kotoran bayi dan dewasa,” tulis para peneliti.

Konsentrasi PET secara signifikan 10 kali lebih tinggi pada feses bayi dibandingkan dengan feses dewasa. Sedangkan konsentrasi mikroplastik PC tak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok umur.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan itu terjadi. Salah satunya adalah penggunaan produk plastik pada bayi seperti peralatan makan, mainan plastik, termasuk juga pakaian yang menjadi sumber mikroplastik.

Plastik memang dianggap lebih aman karena bayi dapat terhindar dari luka akibat pecahan dari bahan seperti kaca atau keramik.

“Bayi berusia satu tahun diketahui sering menggunakan produk plastik. Selain itu penelitian juga menunjukkan botol susu bayi dapat melepaskan jutaan mikroplastik. Belum lagi banyak makanan bayi yang dikemas dalam wadah plastik yang dapat menjadi sumber paparan pada bayi berusia satu tahun,” tambah peneliti.

Temuan-temuan ini pun menunjukkan suatu kebutuhan untuk melakukan investigasi yang lebih dalam lagi.

Dampak kesehatan menelan mikroplastik saat ini tidak diketahui. Tetapi, studi terbaru menunjukkan, bahwa mikroplastik di bawah ambang batas tertentu dapat melintasi membran sel dan memasuki sistem peredaran darah, dan dapat berdampak negatif pada fungsi sel.

Studi dipublikasikan di Environmental Science & Technology Letters.

#Mikroplastik #Manamana #Termasuk #Feses #Bayi

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts