Di Mana Situs Arkeologi Tertua di Dunia?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Nenek moyang manusia sudah menjelajah Bumi sejak 6 juta tahun lalu. Akan tetapi, di manakah situs paling awal atau situs arkeologi tertua yang berisi bukti arkeologis tentang keberadaan mereka?

Read More

Ternyata menurut para ahli ada dua tempat, yakni satu di Kenya dan lainnya di Ethiopia.

Mengutip Live Science, Selasa (21/9/2021) situs arkeologi tertua yang pertama disebut Lomekwi 3. Tempat tersebut menyimpan tulang belulang hominin serta artefak batu dan terletak di sebuah bukit di Turkana Barat, Kenya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 di jurnal Nature, para peneliti menyebut dari penanggalan sedimen tempat artefak ditemukan, mereka memperkirakan usia situs itu sekitar 3,3 juta tahun.

Alat-alat itu kemungkinan dibuat oleh Australopithecus afarensis, hominin (leluhur manusia dan kerabatnya) yang tinggal di wilayah tersebut pada saat itu.

Ada kemungkinan bahwa Australopithecus afarensis menggunakan artefak batu untuk memecahkan kacang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

“Lomekwi 3 adalah situs arkeologi tertua yang diketahui di dunia,” Jason Lewis, asisten direktur Turkana Basin Institute dan salah satu penulis makalah tersebut.

Jeremy DeSilva, seorang profesor antropologi di Dartmouth College yang tidak terlibat dalam penelitian ini, setuju bahwa Lomekwi 3 adalah situs arkeologi tertua di dunia yang diketahui, tetapi ia mencatat bahwa tidak semua ahli setuju.

Beberapa ada yang meragukan jika artefak tak berasal dari waktu yang sama dengan sedimen yang ditemukan.

“Lomekwi masih kontroversial dan beberapa rekan kami tetap tidak yakin dengan kekunoan artefak itu,” katanya.

Ada yang berpendapat jika bukti arkeologi tertua justru berasal dari alat-alat baru berusia 2,6 juta dari Gona yang terletak di tepi sungai Kada Gona di Afar, Ethiopia.

 

Alasannya, penelitian Lomekwi 3 baru diterbitkan baru-baru ini, sementara penelitian di Gona sudah dipublikasikan selama beberapa dekade dan telah melewati pengawasan akademis.

Alat-alat batu di Gona mungkin dibuat oleh Australopithecus garhi, nenek moyang manusia yang hidup di Afrika timur sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Fosil spesies telah ditemukan di dekat alat-alat batu dan mereka mungkin salah satu nenek moyang manusia pertama yang membuat alat-alat batu canggih.

Sementara itu pilihan kedua untuk situs arkeologi tertua adalah Ledi-Geraru di Afar, Ethiopia, yang berusia sekitar 2,8 juta tahun.

Di Ledi-Geraru, para peneliti menemukan mandibula hominin parsial dengan gigi dan mereka menentukan umurnya dengan memeriksa usia sedimen di sekitarnya. Temuan ini mereka laporkan dalam jurnal Science pada tahun 2015.

#Mana #Situs #Arkeologi #Tertua #Dunia

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts