Studi: Penyebaran Nyamuk ber-Wolbachia Terbukti Efektif Menurunkan Kasus DBD

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut demam berdarah dengue sebagai salah satu dari 10 ancaman teratas kesehatan global.

Read More

Demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini, menginfeksi sekitar 390 juta orang setiap tahunnya dan membunuh sekitar 25.000 orang.

Penyakit ini juga selalu menjadi tantangan kesehatan masyarakat di daerah tropis.

Menyebar nyamuk ber-Wolbachia

Melihat belum adanya pendekatan yang efektif untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue, The World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang dijalankan oleh Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D dan rekan-rekan, melakukan penelitian Aplikasi Wolbachia dalam Eliminasi Dengue (AWED).

Penelitian ini memakai pendekatan pengendalian arbovirus, dengan menggunakan nyamuk Aedes aegypti yang secara stabil ditrasinfeksi dengan bakteri Wolbachia.

Dengan begitu, kemampuan nyamuk akan berkurang secara signifikan untuk menularkan demam berdarah, Zika, dan chikungunya dalam percobaan laboratorium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemodelan memprediksi ini akan diterjemahkan ke eliminasi lokal dengue, di sebagian besar pengaturan epidemiologi.

Penelitian ini merupakan uji coba terkontrol acak klaster dua lengan paralel, non-blinded yang dilakukan di satu tempat di Yogyakarta, Indonesia.

Tujuannya adalah untuk menentukan, apakah penyebaran nyamuk Ae.aegypti yang terinfeksi Wolbachia dalam skala besar mengarah pada pengurangan kejadian demam berdarah yang terukur di daerah yang dirawat versus yang tidak diobati.

Titik akhir primer adalah infeksi virus dengue yang bergejala dan dikonfirmasi secara virologis dengan tingkat keparahan apa pun.

Area studi seluas 26 km2 dibagi menjadi 24 cluster yang berdekatan, dialokasikan secara acak 1:1 untuk menerima penyebaran Wolbachia atau tanpa intervensi.

Melinda Gates/ Facebook Melinda Gates melihat cara kerja bakteri Wolbachia lewat mikroskop

Melansir The Atlantic, Wolbachia menyebar sangat cepat. Jika sejumlah kecil nyamuk pembawa Wolbachia dilepaskan ke suatu lingkungan, hampir semua serangga lokal akan bebas demam berdarah dalam beberapa bulan.

Seolah-olah tim peneliti memvaksinasi beberapa individu terhadap suatu penyakit, dan segera setelahnya seluruh populasi memiliki kekebalan kelompok.

Peneliti menggunakan desain studi epidemiologi baru, uji coba desain negatif cluster-acak, di mana kasus demam berdarah dan kontrol arbovirus-negatif diambil sampelnya secara bersamaan dari antara pasien demam yang datang ke jaringan klinik perawatan primer, dengan status kasus atau kontrol diklasifikasikan secara retrospektif, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium diagnostik.

Terbukti efektif menekan kasus DBD

Dari hasil penelitian, pada Agustus 2020, WMP Yogyakarta menyampaikan, bahwa wilayah yang menerima penyebaran nyamuk ber-Wolbachia mengalami penurunan angka kasus demam berdarah.

Angka kejadian demam berdarah menjadi 77 persen lebih rendah dibandingkan wilayah tanpa nyamuk ber-Wolbachia.

Pendektan ini terbukti efektif menurunkan kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga 77 persen dan menurunkan kasus rawat inap akibat DBD sebesar 86 persen.

Oliver Brady, ahli demam berdarah di London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan penelitian tersebut memberikan bukti emas bahwa Wolbachia adalah intervensi yang sangat efektif melawan demam berdarah.

“Ini memiliki potensi untuk merevolusi pengendalian nyamuk,” katanya seperti dikutip dari the Atlantic.

Temuan studi yang diprakarsai oleh Prof. Adi Utarini ini, juga mengantarkan namanya masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh 2021 versi majalah Time.

Implementasi di masyarakat

Seperti yang telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, keberhasilan studi AWED, mengantarkan teknologi tersebut siap diimplementasikan di masyarakat.

Pada 16 Februari lalu, pencanangan sekaligus soft launching Program yang diberi nama Si Wolly Nyaman telah dilakukan.

Implementasi ini dilakukan pada 20 puskesmas yang tersebar di 13 kapanewon, 39 kalurahan, dan 588 padukuhan di Sleman, Yogyakarta dengan mempertimbangkan tingkat angka kejadian Demam Berdarah Dengue di wilayah masing-masing.

Untuk menjangkau semua lokasi tersebut, disiapkan lebih dari 22.000 ember yang secara rutin akan diisi telur nyamuk ber-Wolbachia setiap dua minggu sekali dalam kurun waktu enam bulan, sejak Mei hingga November 2021 mendatang.

Demam berdarah (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan salah satu virus dari empat virus dengue.

Biasanya gejala DBD akan muncul pada empat hingga tujuh hari setelah infeksi awal. Pada banyak kasus, gejalanya ringan dan sering dianggap sebagai gejala flu atau infeksi lain.

Namun, satu di antara 20 kasus mungkin mengembangkan gejala yang parah. Demam berdarah yang parah dapat menyebabkan syok, pendarahan internal, dan bahkan kematian.

Jika Anda pernah menderita demam berdarah sebelumnya, Anda lebih mungkin terkena demam berdarah yang parah.

Selain itu, bayi dan wanita hamil berisiko lebih tinggi terkena demam berdarah parah.

#Studi #Penyebaran #Nyamuk #berWolbachia #Terbukti #Efektif #Menurunkan #Kasus #DBD

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts