Mengapa Kura-kura Berumur Panjang hingga Ratusan Tahun?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Di Pulau St. Helena Atlantik Selatan, hidup seekor kura-kura bernama Jonathan.

Read More

Guinness World Records menjuluki kura-kura raksasa ini, sebagai binatang darat tertua di dunia karena pada 2019 lalu, Jonathan berumur 187 tahun.

Jonathan disebut lahir pada 1832. Dia bahkan sudah berusia 80 tahun ketika Titanic tenggelam di Atlantik Utara.

Namun Jonathan bukanlah satu-satunya kura-kura raksasa yang hidup lama.

Jordan Donini, profesor biologi dan ekologi kura-kura di Florida South Western State College menyebut kura-kura bisa hidup 50 hingga 100 tahun.

Tetapi faktanya, para ilmuwan tidak mengetahui batas atas rentang hidup banyak spesies kura-kura, karena individu manusia tidak hidup cukup lama untuk mengetahuinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi mengapa kura-kura hidup begitu lama?

Mengutip Live Science, Jumat (20/8/2021) ada jawaban evolusioner dan biologis menurut Lori Neuman-Lee, asisten profesor fisiologi di Arkansas State University yang mempelajari kura-kura dan reptil lainya.

Jawaban evolusionernya relatif mudah. Hewan seperti ular dan rakun suka memakan telur kura-kura.

Untuk mewariskan gen mereka, kura-kura harus hidup lama dan sering berkembang biak, terkadang beberapa kali per tahun dan punya telur banyak.

“Sungguh menakjubkan bahwa dunia tak dikuasai kura-kura, mengingat berapa banyak keturunan yang mereka miliki,” ungkap Neuman-Lee.

Tetapi, mekanisme biologis di balik umur panjang kura-kura lebih rumit.

Salah satu petunjuk umur panjang kura-kura terletak pada telomer mereka, struktur yang terdiri dari untaian DNA noncoding yang menutupi ujung kromosom.

Struktur ini membantu melindungi kromosom saat sel membelah. Seiring waktu, telomer menjadi lebih pendek atau terdegradasi, yang berarti mereka tidak dapat lagi melindungi kromosom mereka dan dapat menyebabkan masalah dengan replikasi DNA.

 

Padahal, kesalahan dalam replikasi DNA dapat menyebabkan masalah seperti tumor dan kematian sel.

Tetapi menurut Neuman-Lee, kura-kura menunjukkan tingkat pemendekan telomer yang lebih rendah dibandingkan dengan hewan yang berumur pendek.

Ini berarti, mereka lebih tahan terhadap jenis kerusakan tertentu yang dapat timbul dari kesalahan replikasi DNA.

Dalam studi yang belum ditinjau dan dipublikasikan di bioRxiv, peneliti mengeksplorasi sejumlah mekanisme dan zat yang menyebabkan kerusakan dan kematian sel.

Peneliti menyebut jika kura-kura memiliki kemampuan membunuh sel yang rusak dengan menggunakan proses yang disebut apoptosis atau kematian sel terprogram.

“Salah satu hal yang dikuatkan oleh makalah ini adalah gagasan bahwa sebenarnya mengendalikan apoptosis sangat berharga, karena jika ada sel yang mengalami kerusakan, maka jika suatu organisme dapat menghilangkannya dengan cepat, maka hal itu dapat menghindari hal-hal seperti kanker,” jelas Neuman- Lee.

Selain itu juga, enzim yang disebut ligase pada kura-kura terus berfungsi dengan baik. Enzim tersebut penting untuk proses replikasi DNA.

Setidaknya beberapa hal itu yang memungkinkan kura-kura berumur panjang.

#Mengapa #Kurakura #Berumur #Panjang #hingga #Ratusan #Tahun #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts