Mungkinkah Penambangan Asteroid Dilakukan? Ini Penjelasan Ahli

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Asteroid adalah salah satu benda langit yang memiliki sisi negatif dan positif terhadap makhluk bumi.

Read More

Asteroid bisa menjadi ancaman bagi kepunahan peradaban di Bumi, sebagaimana yang terjadi jutaan tahun silam saat memunahkan spesies dinosaurus.

Namun, Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang mengatakan, asteroid juga bisa bermanfaat bagi kehidupan atau peradaban manusia di muka bumi, termasuk dengan cara penambangan.

Penambangan asteroid adalah hipotesis atau kemungkinan eksploitasi bahan baku yang berada di asteroid dan planet minor, termasuk juga objek dekat Bumi (Near Earth Object/NEO).

Hal ini didefinisikan oeh Brian O’Leary dalam Mining the Apollo and Amor Asteroids.

Menurut Andi, asteroid dapat menjadi sumber berharga bagi manusia, karena dapat menyimpan berbagai macam mineral yang diperlukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telebih kata dia, di tengah meningkatnya permintaan akan bahan-bahan logam. Sedangkan, pertambagan di Bumi (terrestrial mining) belum cukup mampu untuk menopang peradaban manusia secara berkelanjutan.

“Di tengah berkurangnya sumber daya mineral di Bumi dikarenakan eksploitasi besar-besaran, ekstraksi unsur-unsur berharga dari sebongkah asteroid yang kemudian di bawa ke Bumi untuk menghasilkan keuntungan, menjadi gagasan yang cukup menarik,” kata Andi seperti dikutip Kompas.com dalam edukasi sains lapan, Jumat (30/7/2021).

Ada dua aspek yang bisa dijadikan pertimbangan dalam kemungkinan penambangan asteroid ini.

1. Aspek geologis

Andi menjelaskan, dari aspek geologis, meskipun asteroid dan Bumi sama-sama mengalami akresi atau peningkatan ukuran objek akibat gaya gravitasi pada pusat objek yang menarik lebih banyak materi, unsur-unsur siderofilik (berinteraksi tarik-menarik dengan besi) tertarik menuju inti Bumi muda yang cair oleh gravitasi Bumi, yang cukup kuat empat miliyar tahun silam.

Oleh karena itu, kata dia, kerak Bumi yang menipis lebih sedikit mengandung unsur-unsur mineral berharga sampai akhirnya asteroid-asteroid yang jatuh ke Bumi membawa unsur-unsur tersebut. 

Di antaranya seperti emas, kobalt, besi, mangan, molibdenum, nikel, osmium, paladium, platinum, renium, dan wolfram.

“Saat ini, mineral tersebut ditambang dari kerak bumi dan sangat penting untuk kemajuan ekonomi dan teknologi. Oleh karenanya, sejarah geologis Bumi dapat menjadi landasan bagi masa depan penambangan asteroid,” jelasnya.

Loretta Kuo Ilustrasi asteroid 3905 Doppler

2. Aspek astrobiologis

Dari perspektif astrobiologi, kata Andi, pencarian asteroid dapat memberikan data ilmiah untuk pencarian kecerdasan luar angkasa (Search for Extraterrestrial Intelligence, SETI).

“Jika peradaban luar angkasa yang maju sudah sejak lama menggunakan penambangan asteroid, tanda-tanda aktivitas ini mungkin dapat dideteksi,” ujarnya.

Sementara, asteoid sendiri diketahui umumnya terdiri dari tiga tipe yakni:

– Tipe C (berkarbon), mengandung air yang berlimpah, juga karbon organik, fosfor, dan bahan utama pupuk lainnya.

– Tipe S (mineral silikat), mengandung sedikit air, tapi banyak logam, nikel, kobalt, emas, platinum dan rodium.

– Tipe M (moderat), mengandung logam 10 kali lebih banyak dibandingkan tipe-S.

Misi penambangan asteroid yang berjalan 

Disampaikan Andi, beberapa misi telah diakukan dengan membawa kembali sampel asteroid ke Bumi.

Seperti Hayabusa dan Hayabusa2 yang digagas oleh Badan Eksplorasi Antariksa Jepang, JAXA.

Selain itu, yang saat ini masih berlangsung adalah OSIRIS-Rex yang digagas oleh NASA untuk mengambil sampel asteroid 101955 Bennu yang direncanakan seberat 60 gram.

Sebagai informasi, ada empat pilihan untuk menambang asteroid, di antaranya sebagai berikut:

1. Manufaktur ruang angkasa (In-space manufacturing ISM), yang dapat diaktifkan dengan biomining (penambangan secara biologis).

2. Membawa bahan asteroid mentah ke bumi untuk digunakan.

3. Memprosesnya di tempat untuk membawa kembali bahan yang telah diproses, dan dapat memproduksi propelan untuk perjalanan pulang.

4. Mengangkut asteroid ke orbit yang aman di sekitar bulan atau bumi atau ke stasiun luar angkasa internasional (ISS). Secara hipotesis, dapat memungkinkan sebagian besar bahan terpakai dan tidak terbuang sia-sia.

Tantangan penambangan asteroid

Kendati, sangat memungkinkan asteroid ditambang dan dijadikan pelengkap kebutuhan mineral di bumi, tetapi jelas banyak sekali tantangan dalam pelaksanaannya nanti.

Di antaranya seperti biaya penerbangan luar angkasa yang tidak murah.

Kemudian, tantangan mengenai identifikasi asteroid yang belum dapat diandalkan ketika akan ditambang.

Serta, terakhir adalah ekstraksi biji logam yang menemui tantangannya sendiri.

“Itulah mengapa hingga saat ini, pertambangan di Bumi masih menjadi satu-satunya cara untuk memperoleh bahan baku mineral,” ujarnya.

Namun, observatorium Kerck di tahun 2006 mengumumkan, bahwa asteroid Trojan Jupiter seperti 617 Patroclus dan asteroid Trojan lainnya diduga merupakan keluarga komet yang telah punah dan tersusun atas air dalam wujud padat atau es.

Termasuk juga komet keluarga Jupiter (JFC, Jupiter-family Comets) dan asteroid dekat Bumi (Near Earth Asteroids) yang juga mengandung air.

Secara hipotesis, air yang diproses dari es dapat mengisi bahan bakar depot propelan yang mengobit.

“Hal ini menghemat biaya yang dibutuhkan selama stasiun luar angkasa beroperasi,” kata dia.

#Mungkinkah #Penambangan #Asteroid #Dilakukan #Ini #Penjelasan #Ahli #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts