Fakta Gempa M 6,1 Maluku, 13 Kali Gempa Susulan dan Berpotensi Tsunami

  • Whatsapp

KOMPAS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa kuat berkekuatan M 6,1 mengguncang wilayah Pulau Seram, Maluku Tengah.

Read More

Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,0. 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,42 LS dan 129,57 BT.

Lokasi gempa bumi tepatnya berada di laut pada jarak 69 km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada kedalaman 19 km.

Berikut beberapa fakta terkini gempa tektonik di Maluku Tengah:

1. Jenis dan sumber gempa

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa jenis gempa bumi yang terjadi di Maluku Tengah tersebut adalah gempa dangkal.

 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar lokal,” kata Bambang, Rabu (16/6/2021).

Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (Normal Fault).  

2. Wilayah terasa getaran gempa

Guncangan gempa bumi ini cukup signifikan yang mengakibatkan getarannya dirasakan di sejumlah daerah dengan skala intensitas bervariasi.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Fakta lain dari gempa Maluku, getaran gempa tektonik ini juga dirasakan Pulau Ambon, guncangan gempa bumi dengan skala intensitas II-III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

SHUTTERSTOCK/Andrey VP Ilustrasi gempa

3. Dampak kerusakan

Bambang berkata, hingga saat ini BPBD dan masyarakat setempat melaporkan adanya dampak kerusakan pada beberapa rumah tinggal salah satunya pagar gereja di desa Sounulu Kecamatan Tehoru akibat dari gempabumi tersebut. 

“BPBD masih terus mendata kondisi dampak gempa bumi ini,” ujarnya.

4. Hasil pemodelan tsunami

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Namun berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut di stasiun Tide Gauge Tehoru menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 0,5 m.

Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut.

5. Gempa susulan

Hasil monitoring yang dilakukan BMKG hingga haru Rabu, 16 Juni 2021 pukul 13.35 WIB telah terjadinya 13 kali gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 3,5.

 

6. Potensi tsunami di Pantai Japutih

Bambang menegaskan agar masyarakat terutama yang berada atau menetap di wilayah sepanjang Pantai Japutih sampai Pantai Atiahu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku untuk waspada gempa susulan dan potensi tsunami akibat longsor ke atau di bawah laut.

Oleh karena itu, masyarakat diminta segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi apabila merasakan guncangan gempa cukup kuat.

BMKG terus memonitor perkembangan gempa Maluku dan gempa susulan yang terjadi dan dampaknya terhadap kenaikan muka air laut .

Imbauan BMKG

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Upayakan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

Serta, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

#Fakta #Gempa #Maluku #Kali #Gempa #Susulan #dan #Berpotensi #Tsunami #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts