Studi Baru: Gangguan Neurologis dan Kejiwaan Juga Menyerang Pasien Covid-19 Gejala Ringan

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Jika Anda pernah terinfeksi Covid-19 dan merasa kesehatan mental Anda terganggu, Anda tidak sendirian.

Read More

Faktanya, penelitian baru menunjukkan, efek Covid-19 pada otak kemungkinan adalah hal yang normal, mulai dari kelelahan hingga depresi. Dan bahkan menurut peneliti, hal ini juga terjadi pada mereka yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.

Hasil studi baru tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry. Dalam penelitian itu, peneliti mengamati lebih dari 105.000 orang yang didiagnosis dengan Covid-19 di 30 negara.

Para peneliti menemukan, bahwa kehilangan penciuman dilaporkan oleh 43% pasien Covid-19, diikuti oleh kelemahan (40%), kelelahan (38%), kehilangan rasa (37%), nyeri otot (25%), depresi (23%), sakit kepala (21%), dan kecemasan (16%).

Bahkan orang- orang yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan – yang mana tidak memerlukan rawat inap – melaporkan efek neurologis atau yang berhubungan dengan saraf sebagai berikut, 55% mengalami kelelahan, 52% melaporkan kehilangan penciuman, 47% nyeri otot, 45% kehilangan rasa, dan 44% mengalami sakit kepala.

Dr. Jonathan Rogers, penulis utama studi dari UCL Psychiatry dan South London and Maudsley NHS Foundation Trust mengatakan, mereka sebelumnya telah memperkirakan bahwa gejala neurologis dan kejiwaan akan lebih umum terjadi pada kasus Covid-19 yang parah, tetapi sebaliknya mereka menemukan bahwa beberapa gejala neurologis justru tampak lebih umum pada kasus Covid-19 gejala ringan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tampaknya adalah hal normal jika Covid-19 mempengaruhi kesehatan mental dan otak, tanpa pengecualian,” ujarnya.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi virus corona (Covid-19)

Penyebab gejala neurologis dan kejiwaan

Peneliti masih belum yakin, apakah karena Covid-19 menyebabkan peradangan di seluruh tubuh atau berkurangnya oksigen di otak yang mungkin bertanggung jawab atas munculnya gejala neurologis.

“Banyak faktor yang dapat berkontribusi pada gejala neurologis dan kejiwaan pada tahap awal infeksi Covid-19, termasuk peradangan, gangguan pengiriman oksigen ke otak, dan faktor psikologis,” kata Rogers.

Ia juga mengakui, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami kaitan Covid-19 dengan gejala neurologis dan kejiwaan dengan lebih jelas.

Sementara itu, menurut para peneliti, dokter dan pasien harus sadar bahwa Covid-19 dapat memengaruhi kesehatan otak dan mental, dan bahkan perlu dilakukan perawatan jika perlu.

“Gejala neurologis dan psikiatri sangat umum terjadi pada orang dengan Covid-19,” kata penulis senior studi tersebut, Dr. Alasdair Rooney dari University of Edinburgh.

Ia menegaskan, layanan kesehatan mental dan layanan rehabilitasi neurologis harus disediakan untuk meningkatkan rujukan. Mengingat jutaan orang terinfeksi secara global, bahkan gejala yang lebih jarang dapat mempengaruhi lebih banyak orang secara substansial daripada biasanya.

 

#Studi #Baru #Gangguan #Neurologis #dan #Kejiwaan #Juga #Menyerang #Pasien #Covid19 #Gejala #Ringan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts