Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Long Covid adalah menetapnya gejala-gejala tertentu pada pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, sampai berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Read More

Berdasarkan penelitian Carfi et al 2020, ditemukan sekitar 13.3 persen pasien mengalami gejala Long Covid setelah lebih dari 28 hari sembuh.

Sekitar 4,5 persen lainnya mengalami gejala saat lebih dari 8 minggu, dan 2,3 persen mengalami gejala menetap tersebut setelah 12 minggu.

Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di RSUP Persahabatan, dr Erlang Samoedro SpP(K) mengataka,n bahwa prevalensi dan faktor risiko terjadinya Long Covid ini cukup bervariasi.

“Tapi paling banyak, dialami oleh pasien (terinfeksi Covid-19) yang dirawat di rumah sakit,” kata Erlang dalam diskusi Webinar Awam Long Covid-19 bertajuk Sindrom Pasca Covid, Sabtu (3/4/2021).

Prevalensi kejadian Long Covid yang membuat gejala menetap setelah pasien dinyatakan sembuh pada pasien bergejala berat yang harus dirawat di rumah sakit mencapai sekitar 80 persen.

Sementara itu, pasien yang terinfeksi Covid-19 namun hanya butuh isolasi mandiri, prevalensi kejadian gejala menetap ini hanya sekitar 10-35 persen.

Faktor risiko dan penyebab Long Covid

Berikut beberapa faktor risiko kejadian Long Covid :

– Usia lanjut lebih dari 55 tahun

– Memiliki penyakit penyerta atau komorbid lebih dari 1

– Wanita

– Severity atau beratnya penyakit

– Perawatan dengan terapi oksigen

– Perawayan dengan NIV atau ventilasi mekanik

Kendati faktor-faktor risiko Long Covid sudah diketahui, tetapi Erlang berkata, sampai sekarang penyebab pastinya terjadi gejala menetap setelah sembuh dari infeksi ini masih diteliti.

“Hipotesis saat ini, itu terjadi pertama karena kerusakan akibat virus (SARS-CoV-2) dan peradangannya,” ujarnya.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi virus corona (Covid-19)

Dugaan penyebab kedua, yaitu gejala-gejala Long Covid yang dirasakan pasien paska sembuh adalah sisa peradangan yang masih berlangsung, meskipun virus sudah tidak ada.

Berikutnya, menyangkut persoalan autoimun yang disebut-sebut sebagai penyebab Long Covid masih terus didalami oleh para ahli.

Gejala-gejala Long Covid

Berdasarkan data Departemen Pulmonologi FKUI-RS Persahabatan, 2021, oleh Agus Dwi Susanto, Fathiyah I, Irandi P, et al menghimpun gambaran klinis dan kualitas hidup pasien Pasca Covid-19 yang menetap di Indonesia.

Tim tersebut membagi dua kelompok Long Covid di Indonesia, yaitu pasien dengan gejala post Covid menetap dan pasien yang tidak ada gejala post Covid-19.

Didapatkan dari 852 pasien partisipan, sekitar 36,5 persen pasien sembuh Covid-19 tidak mengalami gejala post Covid apapun.

Sedangkan, 63,5 persen pasien sembuh Covid-19 mengalami gejala post Covid menetap atau Long Covid. Berikut ini gejala-gejalanya berurutan dari keluhan yang terbanyak.

– Fatigue (kelelahan berlebih), sekitar 30.24 persen

– Batuk (16.85 persen)

– Nyeri otot (11.23 persen)

РSakit kepala  (11.23 persen)

– Gangguan tidur (9.72 persen)

– Sesak napas (9.29 persen)

– Nyeri sendi (9.07 persen)

– Ansietas (8.42 persen)

– Jantung berdebar (7.78 persen)

– Gangguan konsentrasi (6.91 persen)

– Mual (5.83 persen)

– Hidung tersumbat (5.18 persen)

– Anosmia (4.10 persen)

– Nyeri tenggorokan (3.46 persen)

– Depresi (2.59 persen)

– Demam (2.16 persen)

– Diare (1.94 persen)

– Muntah (1.51 persen)

Ilustrasi isolasi mandiri virus corona, Covid-19Shutterstock Ilustrasi isolasi mandiri virus corona, Covid-19

Penanganan Long Covid

Erlang berkata, tidak semua pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dan sembuh dari infeksi Covid-19 akan mengalami gejala-gejala Long Covid seperti disebutkan di atas.

“Tapi kalau pasien merasa setelah sembuh punya gejala-gejala menetap, maka perlu penanganan komprehensif untuk pasien Long Covid,” ujarnya.

Meskipun gejala-gejalanya tampak seperti penyakit lain pada umumnya, untuk menegakkan diagnostik dan terapi yang tepat, pasien tetap memerlukan pemeriksaan dan rekomendasi dari dokter penanggung jawabnya.

Sebab, setiap gejala akan diberikan treatment atau terapi yang berbeda-beda. Mulai dari manajemen penyakit penyerta, menjaga kesehatan mental, kondisi dukungan sosial, finansial serta budaya, dan lain sebagainya.

Namun, secara umumnya pengobatan dan perawatan Long Covid akan dilakukan dengan dua tindakan, yaitu manajemen medis dan manajemen diri.

1. Manajemen medis

Penanganan medis untuk Long Covid secara garis besar adalah sebagai berikut:

РParacetamol dianjurkan untuk mengobati demam 

– Mengoptimalkan kontrol jangka panjang

– Mendengarkan dan berempati

– Dipertimbangkan penggunaan antibiotik untuk infeksi sekunder

– Mengobati komplikasi spesifik sesuai indikasi yang dialami pasien

2. Manajemen diri

Sementara penanganan Long Covid tahap manajemen diri dapat dilakukan dengan tindakan berikut:

– Mengukur denyut nadi harian

– Mengukur saturasi oksigen harian

– Memperhatikan kesehatan umum seperti pola makan, tidur, berhenti merokok, membatasi kafein

– Istirahat dan relaksasi

– Perbanyak latihan (exercise) secara bertahap, jika memungkinkan

– Tetapkan target yang dapat dicapai

#Kenali #Gejala #Faktor #Risiko #dan #Cara #Pengobatan #Long #Covid #Rumah #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts