Kasus Langka, Ibu Ini Hamil Janin Kembar dengan Selisih 3 Minggu

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Menurut laporan baru-baru ini, seorang wanita di Inggris memiliki kehamilan lain saat sedang hamil.

Read More

Ini adalah kasus langka. Saat kandungan berusia 12 minggu, dokter menemukan ada janin lain. Usia kandungan kedua bayi tiga minggu.

Umumnya, ketika seorang wanita hamil, tubuhnya memulai beberapa proses biologis yang bertujuan untuk mencegah kehamilan bersamaan. Ini termasuk melepaskan hormon untuk menghentikan ovulasi.

Namun dalam kasus yang jarang terjadi, seorang wanita hamil dapat berevolusi atau melepaskan sel telur. Tak hanya itu, sel telur itu dapat dibuahi oleh sperma dan ditanamkan di dalam rahim.

Fenomena langka, di mana dua sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke dalam rahim pada waktu yang berbeda dikenal sebagai superfetasi.

Menurut Good Morning America, dalam kasus langka ini, si kembar dikandung dalam jarak tiga minggu.

Sang ibu, Rebecca Roberts (39), hamil untuk pertama kalinya tahun lalu. Dia mencoba hamil selama beberapa tahun dan meminum obat kesuburan.

Dilansir Live Science, Kamis (1/4/2021), pada usia kehamilan 12 minggu, dokter menemukan bayi kedua yang memiliki perbedaan usia tiga minggu dari bayi pertama. Hal ini diketahui dari hasil USG.

Karena kasus superfetasi sangat jarang, awalnya dokter yang memeriksa Rebecca tidak dapat menjelaskan perbedaan ukuran antara kedua bayi tersebut.

“Reaksi awal saya adalah, mungkin saya melewatkan kembaran si bayi,” kata dr David Walker, seorang OB-GYN di RS Royal United di Bath.

“Dan sekarang saya sedikit lega, itu bukan kesalahan saya (karena melewatkan janin kembar), tapi ini kehamilan yang sangat luar biasa.”

Para dokter mendiagnosis Rebecca mengalami superfestasi.

Dia pun diberi tahu bahwa bayi yang lebih muda mungkin berisiko tidak akan selamat. Namun, prediksi ini nyatanya tidak tepat.

Saat kehamilan Rebecca berusia 33 minggu pada September 2021, tim dokter menginduksi persalinan karena janin yang berusia lebih muda berhenti tumbuh karena ada masalah dengan tali pusat.

Untuk diketahui, induksi adalah proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi. Proses ini bertujuan untuk mempercepat proses persalinan.

Bayi yang lebih tua diberi nama Noah. Noah tinggal di unit perawatan intensif neonatal (NICU) selama tiga minggu.

Sementara bayi yang lebih muda, Rosalie, tinggal di NICU selama 95 hari.

Kedua bayi Rebecca kini sudah pulang ke rumah dan dalam keadaan sehat.

“Ketika kami meletakkan kedua bayi bersampingan, mereka seperti langsung tahu. Mereka menjangkau dan menyentuh wajah satu sama lain, dan itu adalah hal yang paling indah,” kata Rebecca pada Good Morning America.

“Anak kembar punya ikatan yang luar biasa. Tapi kedua anak saya memiliki cerita lebih istimewa saat mengetahuinya nanti.”

Tidak jelas berapa banyak kasus superfetasi yang terjadi.

Banyak kasus superfestasi mungkin tidak terdeteksi karena usia janin yang sangat dekat, sehingga mereka dianggap kembar biasa.

Menurut Healthline, kasus superfetasi yang paling dikenal melibatkan pasien yang menggunakan teknik reproduksi berbantuan seperti fertilisasi in vitro.

Namun, fenomena ini dianggap sangat jarang, karena ada tiga peristiwa terpisah yang tidak mungkin terjadi harus terjadi, yakni:

  • Ovulasi, biasanya dihentikan oleh hormon kehamilan
  • Pembuahan, biasanya dihentikan di awal kehamilan ketika ada sumbat lendir, yakni bentuk untuk menghentikan sperma melewati serviks
  • Implantasi, yang membutuhkan ruang yang cukup untuk embrio lain di dalam rahim, serta hormon yang biasanya tidak akan dilepaskan begitu seseorang sudah hamil

Tetapi pada hewan seperti ikan, kelinci, dan luak, superfetasi sebenarnya umum terjadi.

#Kasus #Langka #Ibu #Ini #Hamil #Janin #Kembar #dengan #Selisih #Minggu #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts