Memahami 4 Tahapan Pembuatan Vaksin yang Dilakukan oleh Ilmuwan

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Satu tahun lebih sudah semenjak virus Covid-19 ditemukan pertama kali di Wuhan, China dan menyebar dengan cepat keseluruh pelosok dunia hingga dinyatakan sebagai pandemi. 

Read More

Jutaan hingga miliaran manusia telah terjangkit, bahkan terenggut nyawanya akibat virus tersebut.

Untuk mengakhiri pandemi ini, para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat mencoba semua jenis solusi untuk memperlambat penyebarannya.

Salah satu solusinya adalah dengan melakukan vaksinasi. Di masa lalu, vaksin telah terbukti membantu menghentikan penyebaran penyakit seperti polio, campak hingga batuk parah.

Saat ini, beberapa vaksin sudah ditemukan dan didistribusikan ke seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. Kendati demikian, apa saja tahapan untuk membuat vaksin?

Dilansir Sciencing, Minggu (22/3/2020) dalam pembuatannya, vaksin harus melewati beberapa tahapan yaitu :

1. Mengidentifikasi penyakit dan menemukan antigen

Pada tahap pertama ini dilakukan di laboratorium tanpa pengujian apa pun pada manusia.

Di sini para ilmuwan mencoba mencari cara untuk menyerang virus tersebut. Ini  akan terlihat berbeda, tergantung pada virus dan vaksinnya.

Dalam beberapa virus seperti cacar air dan campak misalnya, cukup dengan membangun kekebalan yang mencegah virus berkembang biak berulang kali saja.

Namun, berbeda dengan kasus penyakit lainnya. Misalnya polio dan rabies, antigen secara efektif membunuh virus.

Lalu, ada vaksin untuk penyakit seperti Hepatitis B yang hanya menggunakan sebagian dari virus atau bakteri hingga virus berbahaya tersebut tidak bisa lagi bereplikasi.

Maka dari itu, pada tahap ini memerlukan waktu yang cukup lama, karena setiap penyakit berbeda-beda dalam mencari dan menemukan antigen yang tepat hingga efektif untuk digunakan.

2. Uji Coba Tahap I

Selanjutnya, vaksin diuji pada orang dewasa yang sehat. Para ilmuwan harus membuat vaksin dalam jumlah yang lebih besar untuk dapat dipastikan kemungkinannya.


Ilustrasi vaksin Covid-19. (DOK. KOMINFO)

3. Uji Coba Tahap II

Ketika sampai pada tahap ini, berarti semakin banyak orang yang melakukan tes. Para ilmuwan harus mengetahui jumlah dosis dan kemudian membandingkan orang-orang tersebut dengan orang lain yang tidak mendapatkan vaksin sama sekali.

Perusahaan juga bekerja dengan cara mereka membuat, mengemas, dan mendistribusikan produk.

4. Uji Coba Tahap III

Pada tahap ini, para ilmuwan sudah mengetahui bahwa vaksin aman digunakan untuk orang sehat hingga di sinilah pengujian intensif dimulai pada orang yang benar-benar membutuhkan obat atau vaksin.

Di tahap ini membutuhkan ribuan penguji untuk kemudian bertahun-tahun meninjau data setelah melihat hasilnya masuk.  Jika ini berjalan dengan baik, vaksin dapat mulai didistribusikan.

Waktu lamanya pembuatan vaksin ini bervariasi. Tergantung pada jenis penyakit atau virus yang dihadapi.

Namun bisa jadi dalam perkembangannya dapat memakan waktu 10, 15, atau 20 tahun.

Memang sangat sulit untuk menemukan antibodi yang dapat membasmi penyakit. Bahkan besar kemungkinan jika penyakit itu tidak memengaruhi banyak orang, penelitian dapat dihentikan.

Tidak jarang pula vaksin gagal melewati langkah pertama, karena bisa jadi vaksin itu tidak bekerja sebaik yang diharapkan semua orang.

Secara keseluruhan, para ilmuwan dapat bekerja selama bertahun-tahun pada penyembuhan potensial untuk menemukan vaksin yang efektif untuk semua orang.

#Memahami #Tahapan #Pembuatan #Vaksin #yang #Dilakukan #oleh #Ilmuwan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts