Kasus Langka, Bola Mata Rusa Ini Ditumbuhi Rambut Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Seekor rusa whitetail ditemukan jatuh tersandung di jalan-jalan Farragut, Tennessee.

Read More

Tak seperti rusa umumnya, dia memiliki rambut yang tumbuh di bola mata. Besar kemungkinan, hal ini pula yang membuatnya jatuh tersungkur.

Seperti yang tampak pada gambar, rambut itu menonjol keluar menutupi iris dan pupil matanya.

Menurut majalah Quality Whitetails, jurnal National Deer Association, kondisi aneh ini disebut dermoid kornea.

Kondisi ini pernah dilaporkan dialami oleh seekor rusa whitetail lainnya di negara bagian Tennessee.

Dermoid adalah jenis tumor tinak yang terbuat dari jaringan dan biasanya tumbuh di bagian tubuh lain.

Dalam kasus ini, jaringan kulit lengkap dengan folikel rambut ada di kornea rusa.

” Rusa dengan mata berambut itu mungkin bisa membedakan siang dan malam. Tapi saya tidak yakin, dia tahu ke mana arahnya pergi,” kata Sterling Daniels, ahli biologi satwa liar di Tennessee Wildlife Resources Agency (TWRA) kepada Quality Whitetails.

“Ibarat mata Anda ditutupi kain, Anda bisa tahu siang dan malam. Tapi itu saja yang diketahui,” imbuhnya.

Menurut Cornell Wildlife Health Lab, rusa dengan mata berambut itu juga dinyatakan positif mengidap penyakit hemoragik epizootik (EHD).

EHD dapat menyebabkan demam, pembengkakan jaringan yang parah, dan hilangnya rasa takut pada manusia.

Keadaan ini mungkin menjelaskan kenapa rusa yang mengalami disorientasi itu berkeliaran di jalan pinggiran kota pada akhir Agustus 2020 dan tidak menyadari keberadaan manusia di sekitarnya.

Namun, penyakit itu tidak menjelaskan kenapa mata rusa itu ditumbuhi rambut.

Dilansir Live Science, Sabtu (20/2/2021), dr. Nicole Nemeth yang seorang profesor di Departemen Patologi Southeastern Cooperative Wildlife Disease Study unit (SCWDS) mengatakan bahwa folikel atau tempat tumbuhnya rambut kemungkinan ada di bola mata rusa itu sejak awal perkembangannya di dalam rahim.

 

National Deer Association Bola mata rusa ini ditumbuhi rambut yang menutupi korneanya.

Alih-alih berhasil berkembang menjadi kornea bening, jaringan malah membentuk folikel kulit dan rambut yang akhirnya menutupi mata rusa.

Di bawah rambut tebal itu, rusa memiliki mata dengan semua anatomi yang dibutuhkan.

Meskipun terlahir dengan dermoid kornea, rusa itu hidup hingga lebih dari satu tahun dan bahkan menumbuhkan set tanduk pertamanya sebelum terkena EHD yang belum ada pengobatannya.

Karena rusa bertahan hidup begitu lama, Nemeth menduga bahwa dermoids mungkin berkembang secara bertahap, memungkinkan hewan untuk beradaptasi dengan penglihatan yang menurun seiring waktu.

“Seberapa cepat (dermoid) berkembang dari waktu ke waktu mungkin tidak diketahui dengan baik dan dapat bervariasi pada setiap kasus,” kata Nemeth.

Live Science sebelumnya melaporkan, manusia juga dapat mengembangkan dermoid di mata mereka.

Kondisi ini jarang terjadi, jadi dokter mata mungkin hanya melihat satu atau dua kasus sepanjang kariernya.

Tidak semua dermoid kornea menutupi bagian tengah kornea, seperti pada kasus rusa. Beberapa bentuk dermoid muncul di bagian putih mata yang disebut sklera.

Dalam kasus ini, kondisi tersebut dapat menyebabkan penglihatan kabur tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah penglihatan yang ekstrem.

Dermoid dapat dihilangkan. Tetapi operasi pengangkatan biasanya tidak meningkatkan penglihatan pasien.

#Kasus #Langka #Bola #Mata #Rusa #Ini #Ditumbuhi #Rambut #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts