Pasien Diabetes Boleh Divaksin Covid-19, Asalkan… Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 berisiko lebih tinggi mengembangkan gejala yang lebih parah jika memiliki penyakit penyerta, termasuk diabetes.

Read More

Pasien diabetes merupakan kelompok yang rentan terinfeksi Covid-19, karena mengalami penurunan sistem imun.

Selain itu, menurut Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Metabolik Endokrin dari RS Cipto Mangunkusumo, pasien diabetes juga mudah mengalami berbagai macam infeksi yang dapat memperparah kondisi penyakit diabetesnya.

Oleh sebab itu, dikatakan dr. Em Yunir, penyandang diabetes perlu mendapatkan vaksin Covid-19.

“Vaksin dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pasien Diabetes Melitus dengan Covid-19,” kata dokter yang juga Sekjen Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dalam siaran pers “ Vaksin Covid-19 dan Diabetesi bersama aplikasi Teman Diabetes” yang diterima Kompas.com.

Sebagai informasi, penyandang diabetes yang terinfeksi Covid-19 mencapai 35 persen dari jumlah pasien Covid-19 yang ada di Indonesia.

Tingginya angka pasien diabetes yang terinfeksi virus Covid-19, juga menjadi salah satu alasan diabetesi perlu divaksin.

Pasien diabetes yang bisa menerima vaksin Covid-19

Meski demikian, tak semua penyandang diabetes bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Para dokter Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan penyandang diabetes yang dapat menerima vaksin Covid-19 adalah penyandang diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan HbA1c <7,5%.

Bukan hanya itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasien diabetes sebelum menerima vaksin Covid-19. Salah satunya, mengetahui apakah diabetes yang diderita dalam kondisi akut atau terkontrol dengan obat-obatan.

DPA/ILIYA PITALEV via DW INDONESIA Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19.

Dr. Em Yunir mengatakan, dalam pendaftaran vaksin biasanya sudah ada rekam medis secara otomatis. Sehingga jika penyandang diabetes akan vaksin di Puskesmas atau rumah sakit, akan dicek lagi gula darahnya.

“Kalau gula darah tinggi, 300-400 mg/dl biasanya vaksin akan ditunda. Tetapi jika gula darah terkontrol, misalnya 150-200 mg/dl dan itu diupayakan dengan obat-obatan pengendali gula darah, bisa mendapatkan vaksin Covid-19,” jelasnya.

“Selain itu apabila ada gejala lain seperti demam atau diare, penyandang diabetes juga tidak boleh mendapatkan vaksin,” lanjut dr. Em Yunir.

Kondisi gula darah sangat memengaruhi sistem imun, karena itu dr. Em Yunir mengingatkan pentingnya memerhatikan kondisi gula darah sebelum divaksin.

Semakin baik hasil gula darahnya, maka respons imun penyandang diabetes akan lebih baik, dibandingkan diabetesi yang gula darahnya tidak terkontrol.

“Kontrol Diabetes Melitus yang buruk, di mana kadar gula darah tidak terkontrol atau penggunaan insulin dalam jangka waktu lama, dapat mempengaruhi penurunan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi,” pungkasnya.

 

#Pasien #Diabetes #Boleh #Divaksin #Covid19 #Asalkan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts