PBB Sebut La Nina Telah Capai Puncak, tapi Dampaknya Masih Berlanjut Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut jika fenomena La Nina 2020-2021 telah melewati puncaknya.

Read More

Namun meski sudah lewat, WMO mengungkap pula kalau masyarakat dunia masih harus menghadapi dampak suhu, pola hujan, dan badai yang akan terus berlanjut.

Seperti dikutip dari Phys, Senin (15/2/2021) La Nina mengacu pada pendinginan suhu permukaan dalam skala besar di tengah dan timur ekuator Samudra Pasifik yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun.

Efeknya akan berdampak luas pada cuaca di seluruh dunia.

Selain efek pendinginan, La Nina biasanya dikaitkan dengan kondisi yang lebih basah di beberapa bagian dunia dan kondisi yang lebih kering di bagian lain.

Menurut indikator atmosfer dan kelautan, La Nina sudah berlangsung sejak Agustus-September 2020 dengan puncak yang terjadi pada Oktober-November.

Meski begitu, WMO memaparkan ada kemungkinan 65 persen La Nina akan bertahan selama Februari-April. Setelah itu siklus netral baru terjadi pada April-Juni.

“El Nino dan La Nina adalah pendorong utama sistem iklim Bumi. Tapi semua peristiwa iklim yang terjadi secara alami sekarang menjadi perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Di mana peningkatan suhu global memperburuk cuaca ekstrem, memengaruhi pola curah hujan musiman ,dan memperumit pencegahan dan pengelolaan bencana,” kata Petteri Taalas, Sekretaris Jenderal WMO.

Efeknya, La Nina yang seharusnya dapat melakukan pendinginan global ternyata tak cukup untuk mencegah 2020 menjadi satu dari tiga tahun terhangat yang pernah tercatat.

“Efek La Nina dan El Nino pada suhu global rata-rata paling kuat pada tahun kedua peristiwa, tetapi masih harus dilihat sejauh mana La Nina saat ini akan mempengaruhi suhu global pada tahun 2021,” ungkap WMO.

 

Pengaruh La Nina di tahun 2021

Dan rupanya, WMO memperkirakan jika La Nina masih akan memengaruhi suhu global tahun 2021.

Suhu di atas normal masih berpotensi terjadi di sebagian besar dunia pada Februari-April 2021 seperti di Asia barat,tengah, timur serta separuh selatan Amerika Utara.

Suhu di atas normal juga mungkin terjadi di sebagian besar lintang tinggi utara (kecuali di barat laut Amerika Utara), bagian selatan, tengah dan timur Amerika Selatan, dan wilayah khatulistiwa dan utara Afrika.

Sementara suhu di bawah normal lebih mungkin terjadi di Amerika Selatan bagian utara.

Sedangkan untuk prospek curah hujan untuk Februari hingga April, WMO mengungkap ada peningkatan kondisi basah yang tak biasa terjadi di beberapa wilayah.

Termasuk di antaranya di sebagian besar Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Selatan bagian utara dan pulau-pulau di Melanesia. Afrika Selatan mungkin juga akan mengalami curah hujan di atas normal.

“Curah hujan di bawah normal kemungkinan besar terjadi di sebagian besar Asia barat dan tengah serta sebagian dari Tanduk Besar Afrika, sebagian Afrika Tengah, garis lintang sub-tropis Amerika Utara, pulau-pulau di Polinesia dan beberapa bagian tenggara Amerika Selatan,”

Sebelumnya fenomena La Nina terjadi pada November 2017 dan berakhir pada 2018. La Nina tersebut terjadi dalam waktu singkat dan relatif lemah.

#PBB #Sebut #Nina #Telah #Capai #Puncak #tapi #Dampaknya #Masih #Berlanjut #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts