Mengapa Hari Valentine selalu Identik dengan Cokelat? Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com- Dalam budaya barat, surat yang ditulis dengan kata-kata romantis telah menjadi bagian dari perayaan Valentine Day atau Hari Valentine sejak abad pertengahan.

Read More

Lantas, apa hubungan cokelat dan Hari Valentine?

Di masa kini, perayaan hari kasih sayang ini selalu diidentikkan dengan pemberian cokelat. Ini merupakan hal yang cukup baru sepanjang sejarah Valentine Day.

Dikutip dari CNN, Minggu (14/2/2021), hubungan antara cokelat dan Hari Valentine, di sisi lain, relatif baru menurut standar sejarahnya, yang mencapai kurang dari 200 tahun lalu.

 

 

Tidak ada yang romatis tentang cokelat di Hari Valentine, dalam penjelmaannya yang paling awal.

Xocolatl atau ‘air pahit’, adalah minuman Mesoamerika yang terbuat dari biji kakao, cabai, dan rempah-rempah.

Penjelajah Eropa memilih minuman ini dan membawanya kembali ke pengadilan Spanyol, Perancis dan Inggris pada tahun 1600-an.

Menurut Charles Feldman, profesor studi pangan dan sistem pangan di Montclair State University di New Jersey, dengan memiliki akses ke cokelat adalah cara penguasa di masa itu untuk menegaskan dominasi mereka.

 

Hal itu, kata dia, terkait dengan maskulinitas dan kejantanan.

Di masa Revolusi Industri, cokelat juga secara eksklusif dikaitkan dengan orang kaya. Sebab, merekalah satu-satunya yang memiliki sarana untuk menikmatinya.

“Gula, selanjutnya cokelat adalah barang mewah, suguhan mahal bagi beberapa orang yang beruntung dan mampu membelinya,” kata Megan Giller, pendiri Chocolate Noise dan penulis Bean-to-Bar Chocolate: America’s Craft Chocolate Revolution.


PIXABAY/JILL WELLINGTON Ilustrasi merayakan Hari Valentine di rumah.

Memasuki abad ke-19, gula telah menjadi komoditas, mengubah kakao yang dimaniskan menjadi suguhan yang dapat dinikmati oleh kelas pekerja, termasuk wanita.

Begitu wanita bisa menikmati cokelat, kata Feldmen, konotasi produk tersebut beralih dari maskulin ke feminin. Penjelasan era feminitas, yakni manis, sepele,kelembutan dan kesenangan, semuanya dikaitkan dengan cokelat.

Popularitas cokelat di setiap perayaan Hari Valentine, sejarah panjangnya tak terlepas dari pemasaran komoditas tersebut di era Revolusi Industri.

Hari kasih sayang di era tahun 1800-an dengan beragam ornamen khas, seperti cupid, malaikat, dan mawar adalah bagian dari vernakular romantis di masa itu.

 

Akan tetapi, hanya butuh satu hal lain untuk menyatukan cokelat dan Hari Valentine.

Richard Cadbury, pembuat cokelat asal Inggris pada tahun 1861 mulau mengemas permen cokelat yang diproduksi perusahaannya dalam kota berbentuk hati.

Kotak mewah, demikian itu disebut, dapat digunakan untuk menyimpan kenang-kenangan seperti catatan cinta, yang memebrikan nilai jual pada kemasannya di luar penggunaan aslinya.

Ide kotak berbentuk hati muncul dan mesin pemasaran mengambil alih.

“Perusahaan cokelat mulai memproduksi kotak dengan variasi gaya yang terus meningkat untuk menarik pelanggan. Ini memberi pria kesempatan untuk menunjukkan selera mereka, dengan memilih kotak yang tepat untuk wanita tertentu,” ungkap Feldman.

Ilustrasi cokelat valentine.UNSPLASH/CONSTANCE CHEN Ilustrasi cokelat valentine.

Berabad-abad setelah kotak berbentuk hari pertama muncul di toko, cokelat dan wanita tetap terjalin, dengan budaya populer.

Bahkan, dalam penelitian ilmiah menunjukkan bahwa wanita mendambakan dan mengonsumsi cokelat hampir dua kali lebih banyak daripada pria.

Pada tahun 2010, Hari Galentine, diciptakan dalam episode Parks and Recreation, sebagai hari libur yang berdekatan dengan Valentine Day.

Galantine Day adalah hari untuk merayakan persahabatan wanita yang telah menjalani kehidupan sendiri.

 

Kendati demikian, saat ini semakin ramai seruan yang menentang pemasaran Valentine Day yang biasanya heteronormatif, dengan slogan untuk menjual lebih banyak cokelat kepada wanita.

Sementara di Jepang, perayaan hari kasih sayang mulai dirayakan sejak tahun 1958. Tren pembelian ‘tomo choco’ atau cokelat persahabatan, perlahan menggantikan tradisi budaya di Jepang.

Tidak seperti dalam budaya barat, yang mana cokelat diberikat pria kepada wanita.

Di Jepang, Hari Valentine dilakukan dengan pemberian cokelat dari wanita kepada pria untuk liburan.

#Mengapa #Hari #Valentine #selalu #Identik #dengan #Cokelat #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts