5 Mitos Salah soal Vitamin, Benarkah Vitamin C Mencegah Flu? Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Mengonsumsi vitamin yang tidak dibutuhkan bukan hanya membuang-buang uang, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan.

Read More

Banyak mitos yang beredar tentang vitamin. Entah itu mitos tentang kandungan yang ada dalamnya sampai khasiat yang dihasilkan. 

Berikut ini 5 mitos vitamin yang tidak perlu anda percaya.

1. Siapapun bisa sehat jika mengonsumsi multivitamin

Melansir The Healthy, di awal tahun 1900-an, penyakit kekurangan vitamin tidak pernah terdengar. Sangat kecil kemungkinannya untuk mengalami defisiensi yang serius. 

Kebanyakan makanan kemasan diperkaya vitamin. Tetapi sebenarnya, suplemen multivitamin tidak dapat menggantikan pekerjaan vitamin yang dihasilkan dari makanan secara langung, seperti sayur,buah,ikan, dan sebagainya.

“Suplemen multivitamin mungkin memiliki dua lusin bahan yang terkandung didalamnya — tetapi sayuran jelas memiliki ratusan senyawa bermanfaat untuk tubuh,” kata Marian Neuhouser, PhD, dari program pencegahan kanker di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle.

“Jika Anda hanya mengonsumsi multivitamin, Anda akan kehilangan banyak senyawa yang mungkin memberikan manfaat.” lanjut Marian.

2. Multivitamin dapat menggantikan pola makan yang buruk

Sebuah studi di Archives of Internal Medicine menampilkan temuan dari Women’s Health Initiative, sebuah studi jangka panjang terhadap lebih dari 160.000 wanita paruh baya

Data menunjukkan, mereka yang minum suplemen multivitamin tidak lebih sehat dibandingkan mereka yang tidak meminum pil multivitamin, setidaknya dalam hal penyakit besar — kanker, penyakit jantung, stroke.

“Bahkan wanita dengan pola makan yang buruk pun kesehatannya tidak terbantu dengan mengonsumsi suplemen multivitamin,” kata penulis studi Dr. Neuhouser. 

3.  Vitamin C adalah penangkal flu

Pada 1970-an, peraih Nobel Linus Pauling mempopulerkan gagasan bahwa vitamin C dapat mencegah flu.

Seperti yang biasa kita lihat, saat ini toko obat penuh dengan pengobatan berbasis vitamin C. 

Tapi Anda jangan mudah percaya. Pasalnya, pada 2013, para peneliti menganalisis serangkaian penelitian yang berlangsung beberapa dekade dan melibatkan lebih dari 11.000 subjek untuk sampai pada kesimpulan yang mengecewakan, bahwa vitamin C tidak menangkal pilek, kecuali di antara para pelari maraton, pemain ski, dan tentara yang sedang melakukan latihan subarctic

Nutrisi ini dapat membantu Anda sembuh dari flu sehari lebih cepat, tetapi mengonsumsi suplemen vitamin C setelah gejala flu atau pilek muncul, tidak akan begitu membantu.

 

4. Vitamin dapat mencegah penyakit jantung

Para peneliti berharap, vitamin antioksidan seperti C, E, dan beta-karoten dapat mencegah penyakit jantung dengan mengurangi penumpukan plak penyumbatan arteri

Vitamin B juga menjanjikan, karena folat, B6, dan B12 membantu memecah asam amino homosistein — dan kadar homosistein yang tinggi telah dikaitkan dengan penyakit jantung.

Sayangnya, tidak ada satu pun dari harapan itu yang berhasil. Analisis dari tujuh uji coba vitamin E menyimpulkan, bahwa itu tidak mengurangi risiko stroke atau kematian akibat penyakit jantung

Alih-alih mengonsumsi pil suplemen vitamin, American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan bervariasi yang kaya buah, sayuran, dan biji-bijian.

5. Mengonsumsi vitamin dapat melindungi dari kanker

Penelitian sejauh ini mengungkap, bahwa tidak ada gunanya mengonsumsi vitamin untuk melindungi diri dari kanker. 

Sejumlah penelitian telah mencoba dan gagal menemukan manfaatnya, seperti yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute yang secara acak memilih 5.442 wanita untuk menggunakan plasebo atau kombinasi vitamin B.

Namun hasilnya, selama lebih dari tujuh tahun, semua wanita mengalami tingkat kanker dan kematian akibat kanker yang serupa.

Vitamin yang Dibutuhkan

Satu-satunya yang disarankan untuk mengonsumsi suplemen multivitamin adalah calon ibu.

Mengapa? Karena, seorang wanita dengan jumlah vitamin B folat yang cukup, lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki bayi dengan cacat lahir yang memengaruhi sumsum tulang belakang.

Pasalnya, sumsum tulang bekang ini adalah bagian awal yang berkembang, bahkan sebelum seorang wanita menyadari dirinya hamil. Sehingga, cara teraman adalah mengonsumsi 400 mikrogram asam folat per hari ketika merencanakan kehamilan.

#Mitos #Salah #soal #Vitamin #Benarkah #Vitamin #Mencegah #Flu #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts