Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, BMKG Imbau Maskapai Penerbangan Waspada Awan Cumulonimbus Pekan Ini Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sektor transportasi udara atau penerbangan Indonesia kembali berduka setelah jatuhnya pesawat berpenumpang Sriwijaya Air SJ182.

Read More

Pesawat boeing 737-524 Sriwijaya Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) siang.

Disebutkan bahwa pesawat yang membawa 6 awak dan 56 penumpang ini telah mengalami hilang kontak di sekitar pukul 14.36 WIB di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak Oktober 2020, telah memprediksikan bahwa Puncak Musim Hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

Di mana pada saat puncak musim hujan terjadi, maka potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia ikut meningkat.

Bahkan, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto juga mengatakan, untuk tujuh hari ke depan diprediksikan potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir, serta gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Sehingga bagi sektor transportasi udara, cuaca ekstrem ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.

Untuk penerbangan, berdasarkan analisis dan prediksi BMKG yang disampaikan Desember lalu dan selalu diperbarui, Guswanto berkata, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan- awan Cumulonimbus (CB) yang dapat membahayakan penerbangan.

Potensi pembentukan awan CB tersebut terutama di wilayah berikut;

– Aceh

– Sumatra Utara

– Riau

– Kepulauan Riau

– Bengkulu

– Lampung

– Kalimantan Barat

– Kalimantan Tengah

– Kalimantan Selatan

– Laut Natuna

– Selat Karimata

– Laut Jawa

– Jawa Barat

– Jawa Tengah

– Jawa Timur

– Samudra Hindia Selatan Jawa

– Sulawesi Selatan

– Sulawesi Barat

– Sulawesi Tengah

– Gorontalo

– Papua

“Oleh karena itu BMKG terus mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi, untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di puncak musim hujan, demi mewujudkan keselamatan dalam layanan penerbangan,” kata Guswanto.

Shutterstock Ilustrasi cuaca ekstrem, cuaca buruk, peringatan dini cuaca

Dalam upaya mitigasi di sektor transportasi udara, sejak 2018 BMKG menyampaikan update informasi prakiraan cuaca di seluruh bandara melalui aplikasi mobile phone Info BMKG, juga melalui layar-layar display cuaca di seluruh bandara, untuk mempercepat dan memperluas layanan informasi cuaca penerbangan.

Disebutkan pula, bahwa informasi dalam aplikasi Info BMKG tersebut meliputi informasi cuaca setiap jam hingga prediksi kondisi cuaca untuk 4 jam ke depan.

Sedangkan informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca untuk area maupun rute penerbangan seperti Significant Weather Chart (SIGWX) danĀ  Significant Meteorological Information (SIGMET) dapat diakses dalam laman aviation.bmkg.go.id

Demikian pula seluruh Informasi cuaca, baik prediksi dan peringatan dini cuaca ekstrem, prediksi gelombang tinggi dan prakiraan/prediksi cuaca untuk penerbangan disampaikan dan di-update rutin melalui aplikasi mobile phone, yaitu Info BMKG.

“Masyarakat dan semua pihak diminta untuk terus memonitor pemutakhiran informasi tersebut, agar dapat lebih waspada dan memitigasi berbagai risiko yang dapat diakibatkan oleh kondisi cuaca,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

#Sriwijaya #Air #Jatuh #BMKG #Imbau #Maskapai #Penerbangan #Waspada #Awan #Cumulonimbus #Pekan #Ini #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts