Awasi Mutasi Virus di AS, CDC Harap Pengurutan Genom Virus Corona Ditingkatkan Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com- Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat melipatgandakan pengurutan genom virus corona, sebagai upaya untuk mengawasi mutasi virus penyebab Covid-19 seperti yang terjadi di Inggris.

Read More

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) Amerika Serikat berharap lebih dari dua kali lipat jumlah genom virus SARS-CoV-2 yang diurutkan sebagai upaya untuk mengawasi mutasi baru di AS selam dua minggu ke depan.

Saat ini, seperti dilansir dari CNN, Selasa (5/1/2021), Amerika Serikat telah mengurutkan sekitar 3.000 sampel dalam sepekan.

Namun, menurut Dr.Gregory Armstrong, direktur Office of Advanced Molecular Detection di CDC’s National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases, CDC berharap pengurutan tersebut dapat dilipatgandakan menjadi 6.500 per minggu.

 

Pengurutan genom virus penyebab Covid-19 dilakukan untuk menemukan mutasi virus yang dapat memengaruhi cara penyebaran SARS-CoV-2.

Beberapa waktu lalu, ilmuwan Inggris telah menemukan varian baru virus corona yang menyebar di negara tersebut.

Ilmuwan mengatakan bahwa pola mutasi virus corona ini menjadi lebih menular, meskipun tampaknya tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Setidaknya, saat ini, varian baru virus corona SARS-CoV-2 telah dilaporkan 37 negara, termasuk AS. Di Amerika Serikat, kasus virus corona baru ini telah diidentifikasi di California, Colorado dan Florida.

SHUTTERSTOCK/peterschreiber.media Ilustrasi situasi pandemi dengan kasus Covid-19 yang tidak terkendali bisa menyebabkan mutasi virus dan melahirkan varian baru virus corona seperti yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan.

“Penting bagi kami untuk memantau virus corona dan bahwa kami dapat mempelajari dampak dari tren ini pada kesehatan masyarakat dan pengobatan klinis,” kata Armstrong.

Untuk meningkatkan pengurutan genom virus corona ini, CDC telah memberikan bantuan dana sebesar 15 juta dollar AS pada sejumlah laboratorium kesehatan di negara bagian sejak Desember 2020 lalu.

Pada bulan September dan Desember, CDC juga telah memberikan sekitar 8 juta dollar AS pada tujuh laboratorium universitas.

Pengurutan genom virus corona di AS rendah

Selama ini, Amerika Serikat telah dikritik karena tidak cukup banyak mengurutkan sampel virus.

 

Sejak awal pandemi Covid-19, AS telah mengirimkan sekitar 57.000 urutan genom ke GISAID, yakni database genom terpusat yang digunakan negara-negara di seluruh dunia.

Untuk perbandingan, Inggris memiliki infeksi yang jauh lebih sedikit, tetapi telah mengirimkan sekitar 141.000 rangkaian genom ke GISAID.

Armstrong mencatat bahwa Inggris dan beberapa negara lain memiliki sistem genom yang lebih terpusat untuk melakukan pengurtan.

Sementara di berbagai jenis laboratorium di Amerika Serikat baik milik federal, negara bagian, akademik dan swasta, sedang melakukan pekerjaan yang lain.

Ilustrasi mutasi virus corona baru. Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.SHUTTERSTOCK/Polina Tomtosova Ilustrasi mutasi virus corona baru. Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada minggu ini, diharapkan hasil pengurutan genom dari laboratorium dapat segera dipelajari untuk mengetahui apakah varian baru virus corona ini dapat menyebabkan tantangan bagi vaksin virus corona.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO mengatakan para ilmuwan di Inggris dan tempat lain, telah mengambil sampel darah dari orang-orang yang telah divaksinasi.

Selanjutnya, sampel darah mereka akan dianalisis dan diuji di laboratorium untuk melihat apakah antibodi yang dibuat oleh vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan dapat melindungi dari virus corona baru.

Selain itu, Van Kerkhove menambahkan bahwa ilmuwan juga mengambil darah dari pasien yang terinfeksi varian baru virus SARS-CoV-2 dan mengujinya untuk melihat seberapa baik vaksin itu bekerja melawan infeksinya.

 

Dua vaksin corona resmi di AS, Pfizer dan Moderna, sedang bekerja di laboratorium untuk melihat efektivitas vaksin dalam melawan virus corona baru.

“Respons kekebalan dari vaksin sangat mungkin melindungi terhadap varian virus baru,” kata Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Rabu lalu.

Saat ini, tercatat varian baru corona di Inggris telah memiliki 17 mutasi yang disebut merupakan angka yang sangat tinggi.

Van Kerkhove menambahkan para ilmuwan juga melakukan tes untuk menilai kemajuran atau efikasi vaksin Covid-19 terhadap varian baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan yang tercatat memilii 22 mutasi virus.

#Awasi #Mutasi #Virus #CDC #Harap #Pengurutan #Genom #Virus #Corona #Ditingkatkan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts