Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Seorang anak berusia 8 tahun di Nunukan tercatat melakukan aksi pencurian hingga 23 kali, dengan hasil curian jutaan rupiah.

Read More

Anak berinisial B yang dianggap memiliki kenakalan di luar nalar itu diduga mengidap kleptomania.

Apa itu kleptomania?

Kleptomania menurut Diagnostic and Statictical manual of Mental DIsorders V (DSM-V) adalah gangguan pengendalian impuls yang ditandai dengan ketidakmampuan mengendalikan impuls untuk mencuri.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Alvina SpKJ menjelaskan, kleptomania ini juga merupakan salah satu dari jenis gangguan jiwa.

Alvina berkata, biasanya benda yang dicuri oleh orang dengan kleptomania ini adalah benda yang tidak diperlukan dan tidak memiliki nilai uang yang bermakna.

“Saat hendak mencuri akan timbul ketegangan yang meningkat dan muncul kepuasaan atau kelegaan setelah mencuri,” kata Alvina kepada Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Gejala kleptomania

Sebagai orang terdekat anak-anak, orangtua dan anggota keluarga lainnya perlu memerhatikan perilaku anak yang berkemungkinan memiliki kecenderungan kleptomania.

Berikut beberapa gejala gangguan kejiwaan kleptomania yakni:

– Perilaku mencuri berulang-ulang

– Tidak mampu menahan keinginan mencuri benda yang sebenarnya tidak dibutuhkan

– Mencuri barang yang tidak memiliki uang yang bermakna

– Impuls untuk mencuri sangat kuat

– Impuls mencuri bukan dipicu oleh halusinasi atau rasa marah atau balas dendam

– Impuls mencuri biasanya terjadi tanpa direncanakan atau spontan

– Merasa lega dan senang ketika mencuri

– Merasa cemas, tertekan dan bergairah menjelang aksi pencurian

– Hasrat ingin mencuri kerap muncul kembali dan menjadi sebuah siklus

– Merasa bersalah, malu, takut ditangkap dan membenci diri sendiri seusai mencuri

 

Penyebab kleptomania 

Alvina menjelaskan, dari penelitian dikatakan bahwa ada hubungan antara kleptomania dengan sistem neurotransmitter.

Nah, sistem neurotransmitter ini ada kaitannya dengan gangguan depresi seperti serotonin dan dopamin dan behavioral addiction (sistem opioid).

Dilansir SehatQ, serotonin sebenarnya berfungsi membantu mengatur suasana hati dan emosi. Kadar serotonin yang redah sering terjadi pada orang yang rentan terhadap perilaku impulsif.

Sementara, terkait gangguan adiktif, mencuri dapat menyebabkan pelepasan dopamin atau hormon penyebab perasaan senang, sehingga beberapa orang mencari perasaan ini berulang kali.

Sedangkan, sistem opioid otak ini berkaitan dengan dorongan yang diatur oleh sistem opoid otak.

Ketidak-seimbangan dalam sistem ini, bisa membuat seseorang akan lebih sulit menahan dorongan.

Apa yang harus dilakukan jika anak menunjukkan gejala kleptomania?

Keluarga terdekat dengan orang yang memiliki gangguan kleptomania ini perlu melakukan beberapa hal berikut, sembari berkonsultasi ke psikiater.

– Cobalah untuk mengerti apa yang dialami oleh penderita dan menyadari bahwa dorongan yang dirasakan penderita bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikan.

– Jangan menuduh ataupun menyalahkan penderita atas kondisi yang dialami olehnya.

– Cobalah untuk membuat penderita mengerti, bahwa Anda peduli dengan kesehatan penderita dan khawatir bahwa penderita akan ditangkap, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya.

– Rujuk penderita ke dokter dan ahli kesehatan mental, agar penderita bisa segera mendapatkan penanganan.

Dokter Alvina menjelaskan, bagi orangtua atau keluarga yang curiga anaknya memiliki kecenderungan gejala kleptomania untuk waspada dan segera ambil tindakan.

“Kalau orangtua sudah melihat ada perilaku yang tidak wajar pada anaknya, sebaiknya segera diajak berkonsultasi ke psikiater,” jelasnya.

Menurut Alvina, jika memang gangguan perilaku tidak wajar yang dimiliki oleh anak berinisial B tersebut adalah kleptomania, maka jelas itu termasuk gangguan jiwa, dan memang membutuhkan bantuan profesional untuk tata laksananya.

#Bocah #Tahun #Suka #Mencuri #Diduga #Kleptomania #Apa #Itu

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts