Mengenal Kanker Lambung, dari Gejala hingga Faktor Risikonya

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengingatkan masyarakat, agar lebih waspada terhadap risiko penyakit kanker lambung, yang hingga kini seringkali tak disadari masyarakat.

Read More

Ketua YKI, Prof Dr dr Aru Sudoyo SpPD KHOM mengatakan, kewaspadaan akan kanker lambung ini perlu ditingkatkan, karena tanda-tanda awal kanker lambung jarang terdeteksi oleh pasien.

Pasalnya, kebanyakan pasien mengira gejala yang muncul sebagai sakit maag biasa.

“YKI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan akan kanker lambung yang seringkali dikira sebagai sakit maag atau gastritis, sebab cenderung tidak bergejala pada stadium awal, sehingga sebagian besar pasien datang terlambat dan sudah pada stadium lanjut,” kata Aru.

Gejala kanker lambung

General Manager Taiho Pharma Singapore PTE.LTD Jakarta Representative Office, dr Ervina Hasti Widyandini mengatakan, meskipun angka kasus kanker lambung di Indonesia masih cukup kecil, masyarakat harus tetap mewaspadai penyakit ini.

“Angka kejadian kanker lambung di Indonesia memang tidak terlalu tinggi, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali (kasusnya),” kata Ervina dalam diskusi bertajuk Penyakit Lambung Biasa atau Kanker Lambung?, Senin (16/11/2020).

Agar tidak terlambat melakukan deteksi dini kanker, Ervina berkata, masyarakat perlu mewaspadai gejala umum kanker sebagai berikut:

– Terjadi benjolan

– Rasa lemah dan lesu

– Berat badan menurun drastis

– Nyeri tidak hilang

– BAB berubah pola

– Suara menjadi bindeng atau serak

– Nafsu makan hilang

– Mual dan muntah

– Nyeri perut

– Perdarahan di waktu tidak lazim atau lama

– Buang air besar dan batuk berdarah

 

Faktor risiko kanker lambung

Faktor risiko kanker lambung kebanyakan diderita oleh pasien berusia 60-80 tahun dan disebabkan oleh helicobactor pylori, rokok, obesitas, makanan yang diproses atau diasinkan, dan genetika.

“Penyebab meningkatnya risiko kanker lambung, secara kondisi medis disebabkan infeksi helicobacter pylori pada lambung, metaplasia usus, atrophic grastritis kronis, anemia pernisiosa ataupun polip lambung,” jelas Aru.

Sedangkan, secara genetika penyebab meningkatnya risiko adalah jika ibu, ayah, kakak atau adik memiliki kanker lambung.

Selain riwayat tersebut, risiko kanker lambung karena genetik akan meningkat pada golongan darah A, memiliki Li-fraumeni syndrome, familial adenomatous polypsis (FAP,) dan hereditary non-polyposis colon cancer.

Berdasarkan presentasinya, faktor genetika yang mengakibatkan kanker lambung ini adalah sebanyak 5-10 persen.

Sedangkan, kanker lambung memang paling tinggi disebabkan oleh faktor lingkungan, yaitu mencapai 90-95 persen.

Detail lebih rinci dari faktor lingkungan itu adalah rokok berkisar 25-30 persen, diet sekitar 30-35 persen, infeksi sekitar 15-20 persen, obesitas sekitar 10-20 persen, alkohol sekitar 4-6 persen dan lain-lain sekitar 10-15 persen.

“Dengan demikian, kanker sebenarnya dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini kanker,” ujar Aru.

#Mengenal #Kanker #Lambung #dari #Gejala #hingga #Faktor #Risikonya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts