Donald Trump Diberi Dexamethasone, Apa Efek Sampingnya untuk Covid-19?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sean Conley, dokter yang merawat Donald Trump mengatakan Presiden AS itu mulai mengonsumsi obat steroid dexamethasone ( deksametason) pada Sabtu (4/10/2020). Obat ini bertujuan untuk menurunkan kadar oksigen dalam darah Trump.

Read More

Obat tersebut mengobati gejala Covid-19 dengan menargetkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan demam, dan meningkatkan energi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kortikosteroid biasanya diresepkan untuk pasien Covid-19 dalam kondisi berat.

Dilansir SehatQ, kortikosteroid adalah kelas obat-obatan yang dikonsumsi untuk meredakan peradangan dalam tubuh. Obat ini juga digunakan untuk melemahkan aktivitas sistem imun seseorang dalam beberapa kondisi medis tertentu.

Meski kondisi Trump dianggap parah, ia terus mengatakan kesehatannya lebih baik dari sebelumnya. Misalnya saja cuitannya di Twitter kemarin.

“Saya merasa lebih baik daripada 20 tahun lalu,” twit Trump pada Senin.

Menurut pengamatan Panagis Galiatsatos, MD, seorang dokter di Johns Hopkins Bayview Medical Center, obat dexamethasone memberi Trump rasa sehat yang keliru.

“Semua orang yang mengonsumsi steroid merasa sedikit lebih baik,” kata Galiatsatos seperti dilansir Business Insider, Selasa (7/10/2020).

“Steroid membantu menurunkan demam dan lain sebagainya. Jadi tidak heran, orang yang mengonsumsi steroid merasa seperti, ‘oh sakit saya sudah hilang’,” paparnya.

Selain euforia yang salah, Galiatsatos menambahkan bahwa dexamethasone memiliki efek samping lain seperti gula darah tinggi, gangguan tidur, dan psikosis.

Pasien Covid-19 biasanya menerima 6 miligram steroid yang diminum sekali sehari selama 10 hari. Hal ini seperti yang direkomendasikan ahli berdasar hasil uji klinis di Inggris.

Dexamethason membuat merasa lebih baik meski penyakitnya masih sangat buruk

“Kendati Trump merasa lebih baik setelah mengonsumsi steroid, dia memiliki (lebih dari) satu dari lima kemungkinan meninggal karena membutuhkan oksigen tambahan,” kata Bob Wachter, ketua Departemen Kedokteran di Universitas California San Francisco.

Kemungkinan meninggal cukup besar mengingat faktor risiko yang dimiliki Trump seperti usia dan obesitas.

dr. Ari Fahrial Syam Obat dexamethasone yang ada di Indonesia.

Trum disebut berpeluang tinggi membutuhkan perawatan intensif jika pernapasannya memburuk.

“Dia sedang menjalani pengobatan dexamethasone yang bisa menutupi beberapa gejala,” kata Wachter.

” Dexamethasone bisa membuat pasien merasa lebih baik meski sebenarnya penyakit di dalam tubuh masih sangat buruk. Hal ini tidak mengubah risikonya.”

Menurut uji coba pengobatan Covid-19 Inggris RECOVERY, dexamethasone mengurangi tingkat kematian untuk pasien Covid-19 berat yang membutuhkan oksigen tambahan.

Penurunan mortalitas atau angka kematian lebih besar pada pasien yang membutuhkan invasive mechanical ventilation dibandingkan pasien yang menerima non-invasive oxygen seperti Trump.

Kelompok terakhir mengalami penurunan angka kematian dari 26,2 persen menjadi 23,3 persen.

Steroid melemahkan respons kekebalan

Steroid seperti dexamethasone berpotensi membuat virus bertahan di tubuh dalam waktu lama.

Steroid menargetkan sistem kekebalan, bukan virus itu sendiri. Ketika sistem kekebalan kita lebih lemah maka membutuhkan waktu lebih lama untuk melawan virus.

Galiatsatos mengatakan, dokter meresepkan steroid ketika sistem kekebalan terlalu agresif, misalnya saat seseorang mengalami badai sitokin yang menyebabkan beberapa kasus virus corona menjadi mematikan.

Untuk diketahui, sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi dan penting dalam penanda sinyal sel. Pelepasan atau keluarnya sitokin ini dapat mempengaruhi perilaku sel di sekitarnya.

Sitokin yang keluar dalam jumlah sedikit tidak memiliki pengaruh pada kondisi paru pasien, atau keadaan parunya tidak bermasalah.

Akan tetapi kalau jumlah sitokin yang dikeluarkan di paru sudah banyak, disebut sebagai badai sitokin, maka itu akan membuat paru sangat padat dan kaku.

Baik dexamethasone dan remdesivir, obat lain yang dipakai Trump menurut dokternya, dimaksudkan untuk membatasi respons imun yang hiperaktif, sambil tetap membiarkan sistem kekebalan untuk terus melakukan apa yang seharusnya dilakukan, yakni melawan virus.

Ilustrasi obat-obatan steroid. WHO telah merekomendasikan penggunaan obat steroid untuk pengobatan pasien Covid-19 dengan sakit parah dan kritis.SHUTTERSTOCK/PCPartStudio Ilustrasi obat-obatan steroid. WHO telah merekomendasikan penggunaan obat steroid untuk pengobatan pasien Covid-19 dengan sakit parah dan kritis.

“Ini seperti memasang pagar di sekitar anjing bulldog. Bulldog akan berada di sana untuk menghentikan dan melindungi, tetapi pagar – alias steroid – dimaksudkan untuk tidak melepaskan anjing itu ke orang lain,” kata Galiatsatos.

Galiatsatos mengatakan, jika dexamethasone diresepkan untuk pasien sehat atau mereka dengan gejala ringan, obat itu dapat menghancurkan sistem kekebalan yang berfungsi dengan baik.

National Institutes of Health merekomendasikan agar tidak memberikan dexamethasone kepada pasien yang tidak memerlukan bantuan pernapasan. Steroid hanya disarankan untuk pasien yang membutuhkan ventilator atau oksigen tambahan.

Gejala virus corona bisa membaik sebelum menjadi lebih buruk

Bahkan tanpa steroid yang mengikat sistem kekebalan, dokter telah mengamati pasien virus corona membaik, tapi kemudian gejalanya lebih buruk.

Michelle Gong, direktur penelitian perawatan kritis di Montefiore Medical Center, mengatakan dalam tanya jawab dengan Journal of American Medical Association pada bulan Maret bahwa pasien Covid-19 sering tampak baik-baik saja. Namun tujuh hari kemudian, keadaan pasien memburuk dan banyak yang mengembangkan kegagalan pernapasan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, waktu rata-rata dari timbulnya gejala hingga sindrom gangguan pernapasan akut adalah 8 hingga 12 hari.

Sementara waktu rata-rata mulai dari timbulnya gejala hingga masuk ICU adalah 10 hingga 12 hari.

Dokter top yang menangani Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa presiden mungkin tidak sepenuhnya bebas dari Covid-19 dalam kurun waktu selama seminggu atau lebih.

“Dexamethasone tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan. Ini hanya dimaksudkan untuk mencegah sesuatu terjadi,” kata Galiatsatos.

“Bahkan setelah 10 hari menjalani perawatan, dia (Trump) masih akan melawan infeksinya dan mungkin akan mengalami hal-hal yang mengerikan.”

#Donald #Trump #Diberi #Dexamethasone #Apa #Efek #Sampingnya #untuk #Covid19

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts