Industri Makanan Minuman Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi, tapi Terkendala Hal-hal Ini

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com –  Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengatakan, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang terus tumbuh positif dikala pandemi.

Read More

Sayangnya potensinya untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi masih terhalang oleh berbagai tantangan yang memerlukan intervensi berbagai pihak.

“Industri makanan dan minuman jelas memperlihatkan pertumbuhan positif meski di masa pandemi, dan mayoritasnya adalah industri kecil dan menengah yang masih banyak menghadapi tantangan dalam usaha mereka untuk dapat naik kelas,” ujar Hasran dalam siaran persnya, Kamis (4/8/2022).

Hasran membeberkan, berdasarkan data Kementerian Perdagangan memperlihatkan bahwa di kuartal pertama tahun ini terdapat 1, 68 juta industri kecil dan menengah (IKM) minuman dan makanan, atau 38,27 persen dari jumlah total IKM.

Industri makanan dan minuman, termasuk IKM yang bergerak di sektor ini, menyumbang 37,77 persen dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas atau 6,55 persen dari PDB nasional.

Hasran mengatakan, IKM makanan dan minuman, seperti IKM lain pada umumnya, masih menghadapi tantangan, baik internal maupun eksternal, dalam mengembangkan usaha mereka.

Tantangan internal lainnya termasuk keterbatasan modal, kelemahan manajemen, belum terpenuhinya standar serta legalitas usaha, serta terbatasnya kemampuan inovasi.

Kemenperin Sebut Ekspor Industri Makanan dan Minuman Melonjak 52 Persen

Sementara tantangan eksternalnya meliputi ketidakpastian pasokan bahan baku serta fluktuasi dari harga bahan baku itu sendiri.

Permintaan pasar juga naik turun. Pelaku usaha juga dihadapkan pada persaingan dari pesaing dan produk baru. 

“Selain pelatihan dan bimbingan serta kemudahan dalam mengurus legalitas usaha mereka, digitalisasi usaha mereka juga merupakan jalan keluar dari permasalahan yang diakibatkan tantangan tantangan yang mereka hadapi ini,” ujar Hasran.

Hasran menilai, pemerintah sebaiknya membantu pengembangan IKM makanan dan minuman ini dengan meringankan persyaratan legalitas usaha.

Sementara pihak non-pemerintah seperti swasta dan masyarakat madani dapat membantu dalam pelatihan dan bimbingan untuk memberikan dasar keterampilan usaha, manajemen finansial maupun penguasaan teknologi.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi serta cepatnya transformasi digital yang merubah wajah perekonomian, termasuk di Indonesia, IKM makanan dan minuman perlu dibantu menyiapkan diri untuk beradaptasi dan berinovasi agar dapat naik kelas menjadi industri besar.

“Seperti halnya di industri kecil dan menengah lainnya, kaum perempuan merupakan mayoritas pemilik dan operator dalam industri ini karenanya, regulasi yang juga sensitif gender diperlukan untuk membantu mereka dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Industri #Makanan #Minuman #Bisa #Dorong #Pemulihan #Ekonomi #tapi #Terkendala #Halhal #Ini #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts