Pepsi, Coca-Cola, McDonald’s, dan Starbucks Setop Operasi di Rusia

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah perusahaan makanan besar seperti PepsiCo, Coca-Cola, McDonald’s, dan Starbucks menangguhkan bisnisnya di Rusia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Ukraina akibat invasi oleh Rusia.

Read More

Pepsi telah menjual produk cola di Rusia selama lebih dari enam dekade. Sementara McDonald’s membuka lokasi pertamanya di Iron Curtain di Moskow, hanya beberapa bulan sebelum Uni Soviet runtuh.

Melansir CNBC, dalam beberapa hari terakhir, Pepsi, Coke, McDonald’s, dan Starbucks telah menuai kritik karena terus beroperasi di Rusia, sementara perusahaan AS lainnya mundur dan menghentikan penjualan.

“Hati kami bersama orang-orang yang menanggung dampak buruk dari peristiwa tragis di Ukraina ini. Kami akan terus memantau dan menilai situasi seiring perkembangan situasi,” kata Coke dalam sebuah pernyataan singkat Selasa (8/3/2022).

Rusia mewakili salah satu dari sedikit wilayah di seluruh dunia lantaran penjualan Coke dan PepsiCo cukup diminati. Coke mengatakan bisnisnya di Ukraina dan Rusia menyumbang sekitar 1 persen hingga 2 persen dari pendapatan operasional bersih konsolidasi dan pendapatan operasional pada tahun 2021.

Pepsi sendiri menghasilkan sekitar 4 persen dari pendapatan tahunannya di Rusia. Namun Pensis tidak menghentikan semua bisnisnya di Rusia. Perusahaan mengatakan akan terus menjual beberapa produk penting, seperti susu formula, susu dan makanan bayi di dalam negeri.

Perusahaan akan menangguhkan penjualan untuk merek Pepsi-Cola, 7Up dan Mirinda, bersama dengan investasi modal, semua kegiatan periklanan dan promosi.

“Sebagai perusahaan makanan dan minuman, sekarang lebih dari sebelumnya kami harus tetap setia pada aspek kemanusiaan dari bisnis kami,” tulis CEO PepsiCo Ramon Laguarta.

The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa, Pepsi sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk bisnisnya di Rusia, termasuk menutup keseluruhan. Sanksi ekonomi memang diketahui telah sangat memperumit proses pembongkaran aset perusahaan di Rusia.

Sejak invasi Rusia ke Krimea pada tahun 2014, banyak perusahaan AS telah berupaya mengurangi eksposur mereka di Rusia dan Ukraina. Beberapa jaringan restoran, seperti McDonald’s, telah menjual beberapa lokasi milik perusahaan mereka kepada pewaralaba lokal.

McDonald’s mengumumkan, 850 restorannya yang ada di Rusia akan ditutup sementara. Sekitar 84 persen lokasi McDonald’s Rusia dimiliki oleh perusahaan, sedangkan sisanya dioperasikan oleh pemegang waralaba lokal.

Memiliki lebih banyak restoran berarti pendapatan yang lebih besar bagi perusahaan, tetapi risiko yang lebih besar dinilai akan terjadi jika situasi ekonomi memanas dan mendorong penurunan ekonomi.

Starbucks juga menangguhkan semua aktivitas bisnisnya di Rusia, termasuk pengiriman produknya. CEO Starbucks Kevin Johnson mengutuk serangan itu dan berjanji untuk menyumbangkan royalti dari bisnisnya di Rusia untuk tujuan kemanusiaan.

“Kami mengutuk serangan yang tidak beralasan, tidak adil dan mengerikan di Ukraina oleh Rusia, dan hati kami untuk semua yang terkena dampak,” tulis Johnson dalam sepucuk surat.

Starbucks akan memberikan dukungan kepada hampir 2.000 karyawannya yang tinggal di Rusia. Penutupan aktivitas bisnis termasuk menutup pengiriman produk Starbucks, dan toko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Pepsi #CocaCola #McDonalds #dan #Starbucks #Setop #Operasi #Rusia #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts