Ini Strategi InJourney Dorong Pemulihan Pariwisata Indonesia

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung atau InJourney memiliki sejumlah strategi untuk mendorong pemulihan pariwisata nasional setelah terpukul pandemi Covid-19. Perbaikan pun akan dilakukan diseluruh ekosistem pariwisata.

Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia yang memiliki pasar wisatawan domestik sebesar 330 juta dan wisatawan internasional sebesar 17 juta. Sektor ini juga menyerap 12 juta tenaga kerja di Indonesia dan sebelum pandemi memiliki kontribusi 4,5 persen pada produk domestik bruto (PDB).

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, holding BUMN ini menjadi wajah bagi turis mancanegara yang datang ke Indonesia. Lantaran, holding ini terkoneksi mulai dari sisi penerbangan atau akomodasi, ritel, destinasi wisata, hingga penyelenggaraan event.

“Jadi ini satu kesatuan, oleh karena itu kami perbaiki dulu pondasinya perusahaan-perusahaan yang di bawah InJourney,” ungkapnya dalam Business Talk KompasTV, Selasa (8/2/2022) malam.

Sebagai informasi, Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung dipimpin oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Anggotanya terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Dony menjelaskan, dari sisi sektor penerbangan, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk menyelesaikan persoalan kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Nantinya saat persoalan rampung, maskapai pelat merah tersebut akan bergabung dengan InJourney.

Kemudian pada bagian bandara akan dilakukan transformasi manajemen sehingga pelayanannya berorientasi pada Indonesia hospitality atau menunjukkan keramahtamahan Indonesia dalam menyambut turis. Perbaikan ini akan dimulai pada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo.

“Kami tak ingin bandara kita sama atau identik dengan bandara lainnya, tapi berharap ada sesuatu seperti Indonesia hospitality,” kata dia.

Sementara untuk sektor ritel, perbaikan dilakukan di Sarinah yang akan menjadi perusahaan yang mengelola sektor ritel di bawah BUMN serta mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.

Di sisi lain, InJourney juga membawahi 120 hotel milik perusahaan-perusahaan pelat merah. Dony bilang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti hotel-hotel tersebut yang dinilai berada di lokasi srategis namun potensinya tidak dioptimalkan untuk menggaet wisatawan.

“Kami harapkan di 2023, Hotel Indonesia Group ini menjadi salah satu hotel terbesar di Indonesia. Jadi ini juga kami lakukan perbaikan,” imbuh Dony.

Selain itu, pada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC yang juga akan segera bergabung dengan InJourney, akan dilakukan perbaikan terutama dalam hal penyelenggaraan event internasional di Indonesia. Ada dua kegiatan yang akan berjalan tahun ini yakni MotoGP di Mandalika dan KTT G20 di Bali.

Tak hanya itu, perbaikan juga sedang dilakukan pada destinasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menjadi pusat dari kultur Indonesia. Dony bilang, ditargetkan perbaikan TMII bisa rampung sebelum puncak pertemuan KTT G20.

“Jadi Oktober tahun ini diharapkan sudah selesai perbaikan dalam bentuk baru dari TMII,” katanya.

Seiring dengan sejumlah perbaikan yang dilakukan, akan dibangun pula Rumah Sakit (RS) Internasional Bali di Kawasan Wisata Sanur, Denpasar, Bali. Tujuannya untuk menjadi medical tourism, sehingga bisa meningkatkan pendapatan termasuk pula menahan devisa keluar dari Indonesia.

Proyek pembangunan rumah sakit berstandar internasional ini ditargetkan rampung pada Mei 2023 mendatang. Proyek ini dibiayai dana internal Holding BUMN Rumah Sakit, di mana PT Pertamina IHC merupakan induknya, serta melibatkan dana dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI.

“Dilakukan pembangunan rumah sakit internasional di Sanur, Bali yang akan menjadi kawasan ekonomi khusus kesehatan. Kami akan bekerja sama dengan salah satu rumah sakit terkenal di dunia untuk mengoperasikan kawasan ini. Sehingga diharapkan menahan devisa keluar dan menjadi medical tourism,” pungkas Dony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Ini #Strategi #InJourney #Dorong #Pemulihan #Pariwisata #Indonesia #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts