Wall Street Melemah, Data Harga Konsumen Oktober Picu Kekhawatiran Inflasi

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Wall Street memerah pada perdagangan Rabu (10/11/2021), dipicu kenaikan harga konsumen Amerika Serikat (AS) bulan lalu. Data ekonomi ini kian memperdalam kekhawatiran inflasi yang tinggi akan tetap ada di tengah gangguan rantai pasokan.

Read More

Melansir Reuters, pukul 09:46 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 45,26 poin atau 0,12 persen pada 36.274,72, S&P 500 turun 10,27 poin atau 0,22 persen pada 4.674,98, dan Nasdaq Composite turun 88,51 poin atau 0,56 persen pada 15.798,03.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa dalam 12 bulan hingga Oktober, indeks harga konsumen meningkat 6,2 persen, kenaikan tahunan terbesar sejak November 1990.

 

“Meskipun Federal Reserve percaya bahwa inflasi bersifat sementara, bukti mulai menambahkan bahwa itu tidak benar,” kata Rick Meckler, partner Cherry Lane Investments In New Vernon, New Jersey.

“The Fed telah membuat sangat sedikit langkah di luar apa yang mereka katakan kepada pasar yang mereka rencanakan, tetapi saya pikir bahkan mereka harus sedikit khawatir dengan kekuatan kenaikan.”

Laporan tersebut muncul sehari setelah data harga produsen menunjukkan kenaikan yang solid pada bulan Oktober dan menyoroti sejauh mana produsen memberikan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen, yang pengeluarannya menyumbang 70 persen dari ekonomi AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indeks Volatilitas Pasar CBOE, ukuran kecemasan investor, melonjak ke level tertinggi dalam hampir satu bulan.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 turun pada awal perdagangan, dengan teknologi dan energi di antara penurunan terdalam.

Saham perusahaan teknologi dan komunikasi Apple Inc, Microsoft Corp, Meta Platforms Inc, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, dan Alphabet Inc turun antara 1,2 persen dan 1,9 persen.

Asal tahu, indeks acuan Wall Street mengakhiri rekor penutupan tertinggi pada hari Selasa karena investor melakukan aksi ambil untung dari kenaikan baru-baru ini.

“Ini hanya nafas alami. Pasar bergerak sedikit dalam waktu singkat di posisi terendah September,” kata Thomas Hayes, managing member Great Hill Capital LLC, New York.

Penurunan hari ini juga datang setelah data ekonomi menunjukkan harga gerbang pabrik China mencapai level tertinggi 26 tahun pada Oktober. Sementara penasihat ekonomi pemerintah Jerman mengatakan mereka memperkirakan kenaikan inflasi saat ini akan berlanjut hingga 2022.

Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian turun 4.000 menjadi 267.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 6 November.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Wall Street memerah, data harga konsumen Oktober picu kekhawatiran inflasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Wall #Street #Melemah #Data #Harga #Konsumen #Oktober #Picu #Kekhawatiran #Inflasi #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts