Menko Airlangga Minta Peningkatan Testing Covid-19 di Kalimantan

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah testing dengan melakukan prioritas testing kepada suspek dan kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi, dengan target minimal 10 kontak erat per kasus konfirmasi.

Read More

Seluruh kontak erat akan dites dan dikarantina untuk menimalisir risiko penularan. Jumlah peningkatan testing salah satunya dilakukan di seluruh provinsi di Kalimantan.

Meski sudah terjadi kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, namun sampai dengan 11 Agustus 2021, jumlah testing seluruh provinsi di Pulau Kalimantan masih kurang dari 50 persen dari target yang ditetapkan dalam Intruksi Mendagri.

Sedangkan, dari 13 kabupaten atau kota yang menerapkan PPKM Level 4, semuanya memiliki jumlah testing masih di bawah 25 persen, bahkan yang tertinggi Kota Palangkaraya hanya 24 persen.

Indikator lain seperti situasi perawatan, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR dan konversi tempat tidur Covid-19 di wilayah Kalimantan menunjukkan tren perbaikan.

Dari 13 kabupaten kota yang menerapkan PPKM Level 4, terdapat 2 kabupaten dengan BOR tinggi atau lebih dari 80 persen yaitu Tanah Laut 92 persen dan Banjar Baru 85 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian kabupaten kota dengan BOR tinggi di atas 80 persen, maka pemerintah daerah harus segera mengonversi tempat tidur rumah sakit hingga 40 persen dari total kapasitas tempat tidur di RS, sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam SE Menteri Kesehatan.

Di tingkat provinsi, ada 2 daerah dengan tingkat BOR 70 persen yaitu Kalimantan Selatan sebesar 76 persen dan Kalimantan Timur sebesar 70 persen. Sedangkan, tiga provinsi lain mempunyai angka BOR sangat rendah, antara 39 persen sampai dengan 47 persen.

Pemerintah juga terus mempercepat program vaksinasi di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di daerah yang kasus aktifnya tercatat masih tinggi.

“Vaksinasi harus terus ditingkatkan, selain untuk mencapai kekebalan kelompok, juga untuk melindungi masyarakat yang paling rentan,” jelas Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/8/2021).

Per 11 Agustus 2021, dari 208 juta orang target vaksinasi, sudah sebanyak 78,3 juta orang yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Pemerintah menargetkan akan meningkatkan target vaksinasi menjadi 2 sampai dengan 2,5 juta suntikan per hari.

Khusus untuk wilayah Kalimantan, selama minggu keempat Juli sampai minggu keempat Agustus 2021, akan didistribusikan ke lima provinsi di Kalimantan sebanyak 1.733.880 dosis.

Lalu ditambah stok yang masih ada di Pemda sekitar 400 ribu dosis, maka jumlah dosis yang bisa disuntikkan untuk wilayah Kalimantan selama Agustus 2021 ini sekitar 2,1 juta dosis.

Sebelumnya, mantan Menteri Perindustrian ini mengungkap, pemerintah sudah menjadwalkan pengiriman vaksin tersebut ke 45 kabupaten/kota yang menjadi wilayah PPKM Level 4 di luar Pulau Jawa-Bali.

“Jumlah vaksin yang akan tiba bulan Agustus sebesar 72 juta ditambah 5,5 juta (sekitar 77,5 juta) dosis. Kemenkes telah menyiapkan distribusinya ke seluruh provinsi/kabupaten/kota,” kata Airlangga dalam konferensi pers.

Khusus di luar Jawa Bali, ada 4 pengiriman vaksin Covid-19 ke 45 kabupaten kota dan 4 wilayah di Papua yang terjadwal. Pengiriman vaksin pertama pada tanggal 9-10 Agustus 2021 sebanyak 10,6 juta.

Kemudian pengiriman kedua pada tanggal 12 Agustus sebesar 6 juta dosis setelah vaksin tersebut datang pada tanggal 9 Agustus 2021.

“Lalu rilis Sinovac dan AstraZeneca bilateral ada pengiriman 5,6 juta tanggal 16-17 Agustus 2021. Dan selanjutnya diharapkan bisa terkirim minggu ketiga bulan agustus sebanyak 34 juta dari total 73 juta yang akan datang di bulan Agustus,” ucap Airlangga.

Airlangga menuturkan, percepatan vaksinasi dilakukan dengan meningkatkan target jumlah suntikan per hari, diberikan target kepada TNI sebanyak 500.000 suntikan, Polri 600.000 suntikan, Pemda 1,2 juta suntikan, dan selebihnya kepada BKKBN.

“Pemerintah daerah agar tidak menyimpan stok vaksin, dan vaksinasi dosis 2 mendesak untuk segera diberikan,” pungkas Airlangga.

#Menko #Airlangga #Minta #Peningkatan #Testing #Covid19 #Kalimantan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts