Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, menyampaikan empat komitmen pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk mendukung isu prioritas ketenagakerjaan dalam forum G20.

Read More

Anwar menyebutkan, komitmen pertama pemerintah Indonesia adalah mengakselerasi partisipasi angkatan kerja perempuan di sektor formal, membangun kompetensi dan produktivitas pekerja muda perempuan, serta menyesuaikan upah sesuai dengan nilainya.

Selanjutnya, komitmen kedua adalah memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial yang memadai, inklusif, berkelanjutan, efektif, dan dapat diakses untuk seluruh masyarakat.

“Pelindungan sosial ke depan harus mampu menyentuh kelompok yang rentan, termasuk bagi pekerja disabilitas,” kata Anwar, dalam G20 Labour and Employment Ministers’ Meeting (G20-LEMM) di Catania, Italia, pada Rabu (23/6/2021).

Sebagai informasi, G20-LEMM merupakan forum internasional tahunan yang menyatukan para Menteri Ketenagakerjaan dari negara anggota G20 dan sudah digelar sejak 1999.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, G20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 20 plus negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa.

Adapun komitmen ketiga, lanjut Anwar, adalah memerhatikan regulasi platform pekerja remote dan pekerja digital.

Menurut Anwar, penerapan regulasi tersebut perlu memperhatikan kesiapan dan kondisi masing-masing negara anggota G20.

Selain itu, diperlukan kerja sama dengan mitra sosial serta dukungan dari organisasi internasional terkait.

Lebih lanjut, komitmen keempat adalah memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat sebagai hak fundamental bagi pekerja di semua sektor.

Hal tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan sarana regulasi dan non-regulasi untuk melindungi pekerja, memperkuat kolaborasi dan koordinasi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, serta mendorong dialog sosial yang efektif.

Keempat komitmen tersebut diharapkan dapat mendukung tiga isu prioritas ketenagakerjaan Forum G20.

DOK. The G20 Labour and Employment Ministerial Meeting G20 Labour and Employment Ministers? Meeting (G20-LEMM) di Catania, Italia, pada Rabu (23/6/2021).

Isu prioritas pertama adalah menciptakan pekerjaan yang lebih baik (decent) dan setara bagi pekerja perempuan.

Kedua, menyesuaikan sistem perlindungan sosial yang adaptif dengan perubahan dunia kerja.

Kemudian ketiga, memastikan pekerjaan digital dan teleworking tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Ketiga isu prioritas ketenagakerjaan G20 sangatlah penting karena mencerminkan kondisi faktual ketenagakerjaan saat ini sekaligus menjawab tantangan kita ke depan,” kata Anwar, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis (24/6/2021).

Kunci keberhasilan menghadapi tantangan ketenagakerjaan, kata dia, dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, serikat pekerja dan serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta mitra pembangunan internasional.

“Tindakan ini perlu didukung dengan mengedepankan prinsip-prinsip pekerjaan yang layak, termasuk memperkuat dialog sosial, dan tidak meninggalkan siapa pun,” tutur Anwar.

Dalam pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan di Italia tersebut, Anwar pun menyampaikan apresiasinya karena G20-LEMM tetap terlaksana dengan baik meskipun diadakan di tengah pandemi.

Anwar menyebutkan, terlaksananya forum tersebut membuktikan bahwa anggota G20 masih memiliki semangat dan komitmen yang sama untuk mempercepat pemulihan ekonomi dunia, khususnya di sektor ketenagakerjaan.

“Saya juga berharap kesepakatan serta komitmen di antara negara G20 juga dapat mengakomodasi kepentingan negara-negara non-G20 dan global,” harap Anwar.

#Dalam #Forum #G20LEMM #Sekjen #Kemenaker #Paparkan #Komitmen #Terkait #Isu #Ketenagakerjaan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts