[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Nutmeg, Lambang Pertaruhan Harga Diri Pemain Bola | Mencetak Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia | Potensi Panen Gelar di Spain Masters

  • Whatsapp

KOMPASIANA—Bagi pecinta sepak bola pasti sudah tidak asing dengan istilah nutmeg.

Read More

Istilah ini merujuk pada trik sepak bola dengan cara mengantarkan bola melewati di antara dua kaki lawan. Atau, dal bahasa lebih sederhana, nutmeg berarti “ngolongin” lawan.

Trik ini memang digunakan sebagai siasat mengelabui lawan. Selain itu juga nutmeg digunakan untuk membuat lawan terlihat bodoh.

Akan tetapi yang menarik, kata nutmeg sendiri bila diartikan dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai buah pala.

Selain mengenai nutmeg, ada juga pembahasan bagaimana mencetak pesepak bola profesional di Indonesia serta asa badminton Indonesia pada kejuaraan Spain Masters.

Berikut konten-konten menarik dan populer pada kanal Olahraga di Kompasiana:

1. Nutmeg, “Si-Buah Pala” Lambang Pertaruhan Harga Diri Pemain Bola di Lapangan Hijau

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penikmat bola tentu sangat familar dengan istilah nutmeg. Istilah ini punya latar belakang sejarah.

Keterampilan nutmeg, atau di Indonesia biasa disebut “ngolongin”, merupakan proses melewati lawan dengan cara menggulirkan bola di antara kedua kaki lawan.

Kosakata nutmeg atau umumnya disingkat menjadi nuts, mengacu pada istilah bahasa inggris jalanan yang berarti testikel alias buah zakar.

“Ada juga teori literasi kemunculan kosakata nutmeg pertama kali setelah buku Brian Glanville yang berjudul A Bad Lot pada tahun 1977 menyebutkan “nutmeg” adalah perkembangan dari kata “nuts”, semacam ungkapan yang sering diucapkan para pemain bola ketika berhasil menggulirkan bola di antara kedua kaki lawan,” tulis Kompasianer Kaekha. (Baca selengkapnya)

2. Mencetak Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia

Sejak menangani Timnas, Shin Tae Yong banyak memberikan masukan dan perbaikan untuk sepak bola Indonesia.

Selain infrastruktur, kualitas liga juga menjadi fokus dari pelatih yang terkenal dengan disiplin yang tinggi tersebut.

Kompasianer Amin Akbar berpendapat, secara garis besar terdapat tiga konsep penting yang harus dimiliki oleh pemain sepak bola yang bernuansa profesional.

Pertama adalah fisik pemain. Tentu ini menjadi komponen yang harus dipenuhi oleh pemain sepak bola profesional Indonesia.

Selanjutnya adalah teknik. Pemain yang memainkan si kulit bundar harus memiliki teknik dasar mumpun. Pasalnya hal tersebut yang akan membedakan pemain yang punya kemampuan dengan yang tidak.

“Teknik tentunya dapat di asah sedari dini untuk menikmati pencapaian sempurna ketika ia dewasa. Teknik ini juga bisa dikaitakan dengan minat dan bakat dalam psikologi,” tulisnya. (Baca selengkapnya)

3. Potensi Panen Gelar di Spain Masters dan Asa Putri KW di Markas Sang Idola

Menurut Kompasianer Charles DM, kejuaraan Spain Masters bisa menjadi kesempatan emas menambah jam terbang para bibit muda bulu tangkis Indonesia.

Selain mengisi kekosongan di tengah sepinya turnamen internasional di masa pandemi, turnamen yang sangat sedikit ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengukur kemampuan serentak kesempatan belajar.

“Sektor ganda putra misalnya. Dengan tiga pasangan unggulan, diharapkan bisa terpacu untuk membawa pulang gelar juara,” tulisnya. (Baca selengkapnya) (IBS)

#TREN #OLAHRAGA #KOMPASIANA #Nutmeg #Lambang #Pertaruhan #Harga #Diri #Pemain #Bola #Mencetak #Pemain #Sepak #Bola #Profesional #Indonesia #Potensi #Panen #Gelar #Spain #Masters #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts