[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

  • Whatsapp

KOMPASIANA—Konon katanya, lapak penjual sayur di pagi hari adalah tempat favorit untuk bergosip.

Read More

Segala macam informasi, baik informasi yang sekadar kabar burung atau fakta yang ditambah-kurangi bertukar secara teratur dan lancar pada saat pembeli sayur saling bergosip.

Kebiasaan bergosip ternyata tak hanya dilakukan oleh perempuan, kaum pria juga ternyata suka bergosip.

Sifat manusia yang cenderung suka memberikan penilaian terhadap segala sesuatu adalah salah satu faktor kenapa manusia suka bergosip.

Pembahasan mengenai gosip menjadi konten menarik dan populer di Kompasiana.

Berikut ini 3 konten mengenai bergosip:

1. Mengapa Kita Suka Bergosip?

Bergosip memang sudah menjadi kebiasaan dari kebanyakan manusia.

Kita semua tahu bahwa kita seharusnya tidak membicarakan orang di belakang mereka, tapi terkadang kita tidak bisa menahan diri.

Dengan ciri yang khas, kita pasti akan memulai gosip dengan “Eh, bukannya mau ngomongin orang ya, tapi …”

Alasan mengapa manusia suka sekali bergosip itu menurut kompasianer Muhammad Andi Firmansyah adalah sudah naluri.

“Sudah menjadi naluri bahwa kita memberikan penilaian terhadap segala sesuatu dan ingin orang-orang mengetahuinya,” tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Perempuan, Kultur Gosip, dan Perbedaan dalam Menghadapi Konflik

Bergosip tak melulu dilakukan antar sesama teman. Bisa juga dilakukan oleh sesama tetangga rumah, tetangga meja kerja, tetangga kamar kos, tetangga WA grup, dan lain-lain.

Biasanya lapak tukang sayur adalah lokasi favorit nan strategis untuk bergosip.

Bagi yang melakukannya, bergosip akan terasa sangat menyenangkan. Akan tetapi, bagi yang dijadikan bahan gosip tentu hal itu membuatnya tak nyaman.

Kompasianer Luna Septalisa menuliskan bahwa ternyata tak hanya perempuan saja yang suka bergosip, namun pria juga suka bergosip.

“Perempuan dan pria sama-sama suka bergosip, hanya saja perempuan meluangkan lebih banyak waktunya untuk bergosip dibanding laki-laki,” tulisnya. (Baca selengkapnya)

3. Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Aktivitas bergosip atau obrolan tentang orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjungan menurut KBBI tersebut tentunya mengandung makna yang negatif dan buruk.

Pastinya sesuatu yang buruk itu akan sedikit atau banyak memengaruhi diri kita.

Gosip seperti racun, kata Kompasianer Nita Kris Noer, bayangkan kita sedang mengizinkan racun masuk dalam diri kita. Pasti akan mengakibatkan hal buruk bagi diri kita.

Lalu adakah cara supaya kita bisa melakukan pengendalian terhadap gosip? Apakah kita bisa bebas sepenuhnya dari jeratan gosip? Bagaimana caranya? (Baca selengkapnya) (FMN)

#KURASI #KOMPASIANA #Mengapa #Kita #Suka #Bergosip #dan #Bisakah #Melatih #Diri #agar #Berjarak #dengan #Gosip #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts