[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Pentingnya Membuat Kontrak Waktu Belajar bersama Anak | Mendisiplinkan Anak Tanpa Bentakan dan Kekerasan, Mungkinkah?

  • Whatsapp

KOMPASIANA—Mendampingi anak selama belajar dari rumah bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi.

Read More

Acap kali sang anak mulai mengulur waktu belajar karena merasa bosan dan semangat belajar mulai berkurang, sehingga hal tersebut sering kali membuat orangtua stres dan mudah marah.

Namun tahukah mengungkapkan kemarahan terlalu sering kepada anak dapat membawa dampak buruk bagi psikologisnya?

Oleh karena itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, orangtua dituntut untuk sabar dan dapat mengontrol emosi selama proses mendampingi anak belajar dari rumah.

Nah, agar proses pendampingan belajar berjalan efektif dan orangtua tidak mudah tersulut emosi, berikut ini 3 konten di Kompasiana mengenai pentingnya membuat kontrak waktu belajar bersama anak hingga kiat mendisplinkan anak tanpa bentakan dan kekerasan:

1. Pentingnya Membuat Kontrak Waktu Belajar bersama Anak Selama Belajar dari Rumah

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membawa tantangan tersendiri, mulai dari diharuskan orangtua memahami pelajaran sekolah hingga memperhatikan pola belajar sang anak.

Namun, suasana rumah yang begitu nyaman dan jadwal yang lebih fleksibel, kerap kali membuat anak mudah kehilangan fokus dan tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Di sinilah peran orangtua diperlukan agar anak tetap bisa belajar dengan baik di rumah.

Kompasianer, Ai Erfariyah yang merupakan seorang guru memaparkan bahwa ia pernah mengalami kesulitan mendampingi anaknya selama proses belajar dari rumah.

Sang anak kerap kali memilih bermain dengan temannya daripada belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Khawatir anaknya tertinggal materi yang diajarkan oleh gurunya, akhirnya ia pun membuat kesepakatan waktu belajar dengan anak yang menyesuaikan dengan metode yang diterapkan. (Baca selengkapnya)

2. Tips Mengatasi Anak yang Sudah Mulai Bosan Belajar di Rumah

Rasa malas belajar merupakan salah satu gangguan umum yang anak-anak hadapi ketika bersekolah.

Munculnya rasa malas pun dapat dipengaruhi oleh ragam faktor, oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya alih-alih memarahi anak secara langsung.

Tety Polmasari, seorang ibu yang memiliki 3 orang anak mengisahkan perjuangannya dalam membangkitkan motivasi anak supaya mau belajar.

Ia pun menyadari, menciptakan suasana sekolah ke dalam rumah bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, beberapa jurus pun ia terapkan agar anak-anaknya mau kembali belajar.

Meski semuanya butuh proses yang tidak instan, Tety mengatakan bahwa selama penerapannya, ia tidak mau terlalu memakasakan mereka, khawatir jika tekanan tersebut nantinya dapat membawa dampak negatif.

“Saya tidak mau memaksanya belajar. Kalau saya paksa yang ada anak saya memberontak. Kalau saya paksakan khawatir anak saya bisa stres, dan bisa-bisa saya ikutan stres.” (Baca selengkapnya)

3. Mendisiplinkan Anak Tanpa Bentakan dan Kekerasan, Mungkinkah?

Mengajarkan anak soal perilaku disiplin memang perlu diterapkan sejak dini. Namun pada kenyataanya masih saja ditemukan perilaku anak yang susah diatur dan menolak mendengarkan orangtua. Sehingga reaksi normal dalam bentuk bentakan dan kekerasan pun sering kali muncul. Namun, apakah cara tersebut sudah tepat untuk mendisiplinkan anak?

Menurut penelitian bahwa anak-anak yang sering mendapatkan perlakuan negatif dari orangtua mereka, mereka rentan terhadap depresi dan rendahnya harga diri saat beranjak dewasa.

Oleh karena itu, dalam mendisplikan anak yang sulit diatur, orangtua perlu belajar dari seorang praktisi pendidikan Inggris bernama Charlotte Mason dalam mengembangkan prinsip-prinsip mendidik tanpa bentakan dan kekerasan. (Baca selengkapnya)

#TREN #EDUKASI #KOMPASIANA #Pentingnya #Membuat #Kontrak #Waktu #Belajar #bersama #Anak #Mendisiplinkan #Anak #Tanpa #Bentakan #dan #Kekerasan #Mungkinkah #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts