[POPULER MONEY] Utang Luar Negeri Era SBY dan Jokowi | Proyek Pertamina yang Bikin Warga Desa jadi Miliarder Halaman all

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Diskusi soal utang luar negeri tak ada habisnya. Terlebih jika membandingkan utang selama periode Presiden SBY dan Presiden Jokowi.

Read More

Berita mengenai utang pada dua periode kepemimpinan yang berbeda menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Rabu (17/2/2021). Sementara itu, berita lain yang juga masuk daftar terpopuler adalah soal proyek Pertamina yang membuat warga desa di Tuban menjadi miliarder.

Berikut daftar berita selengkapnya: 

1. Membandingkan Utang Luar Negeri RI di Era Jokowi dan SBY

Penambahan utang luar negeri ( ULN) selalu jadi polemik di Tanah Air. Selama ini, utang jadi jalan keluar untuk mengatasi defisit APBN.

Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 yang tercatat sebesar 417,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 5.803,2 triliun (kurs Rp 13.900 per dollar AS).

Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan akhir kuartal III yang sebesar 413,4 miliar dollar AS. Selengkapnya .

2. Ini Proyek Pertamina yang Bikin Warga Desa di Tuban Mendadak Jadi Miliarder

Ratusan warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, mendadak menjadi miliarder setelah mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan dari proyek kilang yang digarap oleh PT Pertamina (Persero).

Hal itu pun tengah ramai dibicarakan di jagat media sosial, setelah sebuah rekaman video pendek yang viral menunjukkan datangnya belasan mobil yang diangkut oleh truk towing secara bersamaan di Desa Sumurgeneng.

Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto mengatakan, setidaknya terdapat 225 warga yang mendapatkan uang penjualan tanah dari Pertamina. Rata-rata para warga menerima sekitar Rp 8 miliar. Selengkapnya .

3. Salah Transfer, Citibank Tak Bisa Tarik Kembali Dananya Rp 7 Triliun

Citibank yang berkantor pusat di Newyork, AS, melakukan kesalahan terbesar dalam sejarah perbankan. Bank raksasa itu melakukan kesalahan transfer senilai 500 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7 triliun (kurs Rp 14.000/dollar AS).

Setelah salah transfer, sayangnya Hakim Pengadilan Distrik AS memutuskan tak mengizinkan Citibank untuk memulihkan dana hampir setengah miliar dollar AS yang secara tidak sengaja ditransfer ke salah satu kreditur bank, perusahaan kosmetik Revlon. Selengkapnya .

4. BRI Tebar 6.000 KPR FLPP, Ini Syarat Pengajuannya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bakal gencar menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kuartal I tahun ini.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, perseroan mendapat kuota sebesar 6.000 unit rumah dari Kementerian PUPR pada kuartal I 2021.

“Mengenai jumlah kuota dari pemerintah, untuk triwulan I tahun 2021 BRI mendapat kuota 6000 unit, dan rencananya seluruhnya akan kami pakai pada triwulan 1 2021,” kata Aestika saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021). Selengkapnya .

5. Mengenal Bitcoin yang Harganya Tembus Rp 700 Juta, Serta Cara Belinya

Selama pandemi, harga mata uang kripto bitcoin terus meroket. Teranyar, bitcoin baru saja mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 50.487 dollar AS per keping atau sekitar Rp 706,8 juta (kurs Rp 14.000).

Banyak pihak menilai, investasi di bitcoin saat ini seperti investasi di komoditas emas. Sebab, tak seperti aset lain yang tertekan selama pandemi, harga bitcoin dan emas justru mengalami kenaikan.

Bedanya, kenaikan harga bitcoin terjadi dengan begitu pesat, sementara emas cenderung merangkak. Selengkapnya .

 

#POPULER #MONEY #Utang #Luar #Negeri #Era #SBY #dan #Jokowi #Proyek #Pertamina #yang #Bikin #Warga #Desa #jadi #Miliarder #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts