Pertumbuhan Ekonomi RI Minus, Menko Airlangga: Sedikit Lebih Baik dari Banyak Negara Halaman all

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menyatakan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 masih lebih baik dibanding sejumlah negara lain, meskipun terkontraksi atau tumbuh negatif.

Read More

Sebagaimana diketahui, perekonomian Indonesia masih berada di zona resesi, setelah pada kuartal terakhir tahun 2020 mengalami kontraksi atau tumbuh minus 2,19 persen.

Selain itu, secara keseluruhan tahun lalu perekonomian Indonesia tumbuh negatif 2,07 persen.

“Masih sedikit lebih baik dari banyak negara dunia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam gelaran Indonesia Economic Outlook 2021, Senin (8/2/2021).

Walaupun masih terkontraksi, realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun lalu menunjukan sinyal pemulihan telah muncul.

Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat terperosok cukup dalam, yakni minus 5,32 persen.

Sementara pada kuartal III, kinerja perekonomian mulai pulih, meski tetap masih kontraksi yakni minus 3,49 persen.

Airlangga meyakini, tahun ini perekonomian Indonesia akan mampu tumbuh positif, selaras dengan pemulihan ekonomi global yang juga akan terjadi.

“Sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia juga akan pulih pada 2021 dengan rentang 4,5 sampai 5,5 persen,” kata dia.

Optimisme itu disampaikan Airlangga dengan melihat tren pemulihan penopang utama pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga.

Meskipun pada periode Oktober-Desember 2020, konsumsi rumah tangga tumbuh negatif 3,61 persen, realisasi ini sudah lebih baik dari kuartal II dan III yang masing masing mengalami kontraksi 5,52 persen dan 4,05 persen.

“Ekonomi kita didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan sekarang mulai menunjukan tren perbaikan,” ucap Airlangga.

#Pertumbuhan #Ekonomi #Menko #Airlangga #Sedikit #Lebih #Baik #dari #Banyak #Negara #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts